PURBALINGGA – Sebanyak 17 ASN di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga berhasil mendonorkan darahnya pada pelayanan rutin donor darah oleh Unit Transfusi Darah PMI Cabang Purbalingga. Kegiatan yang dipusatkan di Bundaran Setda diikuti tak kurang 30an ASN. Sayangnya, puluhan diantaranya gagal melakukan donor darah karena saat pemeriksaan darah tidak memenuhi syarat.

“Alhamdulillah ini menjadi pengalaman pertama Saya donor darah. Beberapa kali ingin ikut donor tapi tidak berhasil karena HB rendah,” ujar Bella Puspita, salah seorang staf Bagian Humas dan Protokol Setda Purbalingga usai diambil darahnya sebanyak 350 cc pada Kamis (6/8).

Tak hanya Bella, pengalaman mendonorkan darah untuk kali pertama juga dialami Melia, staf Bagian Hukum dan HAM. “Tidak takut. Donor darah tidak sakit,” katanya. Ia mengaku tergerak untuk donor darah agar dapat membantu orang lain yang membutuhkan darah. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini dirinya sering mendengar stok darah di UTD PMI Purbalingga berkurang.

Menipisnya stok darah ini diakui Humas UTD PMI Purbalingga Kukuh Satya Urip. Hal itu disebabkan selama pandemi banyak lembaga dan sekolah yang tidak melakukan pelayanan donor darah yang biasanya rutin diselenggarakan. “Sekarang sudah mulai normal kembali. Seperti pelayanan donor darah yang dilakukan di kantor Setda tadi pagi (6/8),” jelasnya.

Saat ini, lanjut Kukuh, stok darah di UTD PMI Purbalingga per Kamis, 6 Agustur 2020 terdiri dari stok golongan darah A sebanyak 60, golongan darah B 36, kemudian golongan darah O sebanyak 75 dan AB sejumlah 10 kantong.

Pihaknya mengajak masyarakat yang sudah waktunya melakukan donor darah untuk datang langsung ke UTD PMI Purbalingga yang membuka pelayanan donor darah setiap hari dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Selain itu, masyarakat juga dapat mendonorkan darahnya pada kegiatan pelayanan mobile unit. Dia menjamin, donor darah tetap aman selama pandemi Covid-19, karena UTD Purbalingga menerapkan protokol keamanan yang direkomendasikan oleh pemerintah. (HumasPurbalingga)