PURBALINGGA – Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran tersebut menjadi salah satu pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani pada upacara peringatan Hari Santri 2026 di halaman Pendapa Dipokusumo, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanat bertema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Menteri Agama menegaskan bahwa pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut perlu dijalankan secara optimal agar pesantren semakin berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Melalui fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren hadir untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” demikian petikan amanat Menteri Agama yang dibacakan Wabup Dimas Prasetyahani.
Penguatan fungsi tersebut diharapkan menjadikan pesantren semakin berkontribusi dalam pembangunan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

Dalam amanat yang sama, Menteri Agama mengingatkan bahwa tantangan santri masa kini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu para santri turut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini mereka diharapkan menguatkan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.
Penguatan peran pesantren dikatakan juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pada tahun tersebut, Indonesia genap berusia 100 tahun dan menargetkan terwujudnya bangsa yang maju, sejahtera, serta berdaya saing.(tha/prokompim)




Recent Comments