PURBALINGGA – Erha City mulai dikembangkan di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, dengan mengintegrasikan aktivitas bisnis, fasilitas ibadah, dan pendidikan dalam satu kawasan. Pengembangan oleh PT Erhanesia Digima Mukitama (Erdigma), perusahaan tech-driven FMCG, ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dihadiri Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Minggu (25/10/2026).
Kawasan Erha City direncanakan mencakup tiga pengembangan utama, yakni Masjid Ilyas Abdul Hamid, Erdigma Building sebagai pusat perkantoran perusahaan, serta Erhanesia International Islamic School (EIIS).
Komisaris Erdigma Group, H Rofik Hananto, menjelaskan masjid yang dibangun nantinya diperuntukkan bagi masyarakat umum sekaligus karyawan Erdigma. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang ibadah sekaligus pusat pembinaan sumber daya manusia (SDM).

“Masjid itu menjadi sentral pembinaan SDM. Karena SDM yang berkualitas itu terlalu mahal dibandingkan dengan omset maupun keberhasilan material perusahaan. Kita ingin SDM yang tangguh, berkarakter, jujur, amanah, yaitu salah satu pembentukannya dengan masjid,” kata Rofik.
Masjid Ilyas Abdul Hamid direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1.903,10 meter persegi, dengan kapasitas 520 orang di area dalam dan 700 orang di area luar.
Sementara itu, Erdigma Building akan menjadi pusat koordinasi perusahaan yang saat ini memiliki empat kantor dan dua pabrik di lokasi terpisah. Pemusatan perkantoran tersebut diharapkan memudahkan koordinasi dan mendukung kelancaran operasional.
Bupati Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi pengembangan Erha City, terutama konsep yang mendekatkan fasilitas ibadah dengan lingkungan kerja. Menurutnya, dunia kerja tidak semata-mata berorientasi pada penghasilan, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas ibadah dan karakter karyawan.
“Karyawan bukan hanya kerja, mendapatkan uang, bukan hanya mengejar sisi materi tapi juga menjaga agar ibadahnya bagus, agamanya juga bagus. Tidak hanya tepat sholat tapi juga pendidikan karakter karyawan,” katanya.

Pengembangan Erha City juga mencakup pembangunan Erhanesia International Islamic School (EIIS) yang ditargetkan memulai tahun ajaran pertamanya pada 2028. Sekolah ini direncanakan mengusung konsep sekolah Islam berstandar internasional dengan mengacu pada praktik sekolah-sekolah internasional di kota-kota besar Indonesia.
Fahmi, yang juga merupakan founder Erdigma, turut menggagas pengembangan EIIS tersebut.
“Sekolah ini rencananya akan dibangun seperti sekolah internasional, sekolah islamic. Kami ingin bechmarking dengan sekolah-sekolah internasional lain seperti di kota kota besar di Indonesia,” ujarnya.
Melalui pengembangan Erha City, diharapkan terbuka lapangan pekerjaan baru, tumbuh perputaran ekonomi, serta hadir pilihan pendidikan yang dapat mendukung pengembangan generasi Purbalingga.(Gn/Prokompim)




Recent Comments