PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan longsor dengan mengerahkan alat berat di sejumlah titik terdampak. Hingga Rabu (28/1/2026) siang, alat berat dari berbagai instansi telah bekerja untuk membuka akses jalan, membersihkan material longsor, dan menormalkan alur sungai.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Harpindiat, mengatakan pengerahan alat berat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), pemerintah desa, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Fokus utama kami adalah percepatan pembukaan akses dan penanganan infrastruktur vital agar aktivitas warga bisa segera pulih,” ujar Revon.

Berdasarkan data BPBD, penanganan infrastruktur dengan alat berat difokuskan di empat titik utama Desa Serang dan Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Di Kaliurip Dukuh (Desa Serang), dikerahkan satu unit excavator PC 200 milik BBWSSO, satu unit excavator PC 75 dari DPUPR, tiga unit dump truck masing-masing dua unit dari DPUPR dan satu unit dari BBWSSO, serta dua unit bulldozer dari DPUPR dan BBPJN.
Sementara di Kaliurip Gunung (Desa Serang), satu unit excavator PC 200 dari pemerintah desa diterjunkan bersama tiga unit dump truck yang berasal dari DPUPR dan BBPJN.Di Gunungmalang, BPBD mengerahkan satu unit excavator PC 75 yang didukung satu unit bulldozer dari BBPJN. Adapun di Bambangan (Desa Kutabawa), satu unit excavator PC 200 dari DPUPR difokuskan untuk penanganan material longsor dan pemulihan akses wilayah.
Selain kerusakan akses jalan, BPBD juga mencatat kerusakan infrastruktur berupa lima jembatan putus, termasuk jembatan penghubung Desa Kutabawa dengan Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang. Sejumlah jembatan tersebut sementara ditangani dengan jembatan darurat ada juga dengan box culvert agar alat berat bisa masuk.
Setelah penanganan infrastruktur, BPBD juga terus memantau kondisi warga terdampak dan pengungsi. Hingga Rabu siang, jumlah pengungsi tercatat 1.133 jiwa yang tersebar di Desa Serang dan Desa Sangkanayu.
Di Desa Serang, jumlah pengungsi mencapai 1.004 jiwa, terdiri atas 160 jiwa di Vila Serang, 199 jiwa di Sambas, serta 645 jiwa yang mengungsi secara mandiri di rumah warga. Sementara di Desa Sangkanayu, tercatat 129 jiwa mengungsi, dengan 51 jiwa berada di Sangkanayu Hills dan 78 jiwa tersebar di rumah wargaRevon menambahkan, selain penanganan fisik, BPBD bersama OPD dan relawan terus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menambahkan pembukaan akses jalan dengan alat berat ini juga ditujukan untuk mempermudah PLN membangun kembali jaringan listrik yang sempat terputus.
“Fokus kami saat ini adalah membuka akses jalan, menormalkan aliran sungai, dan memastikan pengungsi tetap mendapatkan pelayanan dasar. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan berjalan cepat dan efektif,” pungkasnya.
Melalui penanganan yang sudah dilakukan, kini akses distribusi bantuan bisa berjalan tidak lagi terisolir. Sementara masalah listrik masih dalam proses penanganan oleh PLN. Bupati memastikan agar Pemkab Purbalingga bisa mencari dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi khususnya kaitan pembangunan kembali jembatan yang putus.(Gn/Prokompim)




Recent Comments