PURBALINGGA – Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani meresmikan Koperasi Produsen Bangga Senyum Bersama (BSB), Rabu (24/2/2026). Koperasi tersebut beralamat di Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, dan dibentuk sebagai wadah kolaborasi pelaku pendidikan vokasi untuk masuk dalam ekosistem bisnis Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Koperasi Produsen BSB Muhammad Yasro Khambali menyampaikan bahwa anggota koperasi ini mayoritas merupakan kepala SMK di Kabupaten Purbalingga. Ia menjelaskan, koperasi akan membangun bisnis dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM) SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan program MBG.
“Kita punya beberapa SMK yang memiliki jurusan yang relevan dengan kebutuhan program MBG,” katanya.
Ia mencontohkan, SMKN 1 Purbalingga, SMKN 1 Bojongsari, dan SMKN 1 Kaligondang memiliki jurusan Tata Boga, SMKN 2 Purbalingga memiliki jurusan Pengolahan Hasil Pertanian, serta SMK lain yang bergerak di bidang teknik untuk mendukung pemeliharaan peralatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Potensi ini kita sengkuyungkan, kita gabungkan, kita kolaborasi dengan pemerintah daerah agar perekonomian di Kabupaten Purbalingga bisa maju,” katanya.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyampaikan bahwa berdirinya koperasi ini nantinya akan berafiliasi, bekerja sama, dan berkolaborasi dengan SPPG atau Dapur MBG yang ada di Purbalingga.
“Saya melihat bapak ketua dan anggota-anggotanya cepat tanggap melihat peluang yang ada. Bahwasanya program prioritas bapak presiden terkait program Makan Bergizi Gratis membawa efek domino meningkatkan kesejahteraan dari pengusaha lokal,” katanya.
Ia menegaskan, apabila potensi program MBG dimanfaatkan oleh pengusaha lokal, maka manfaat dan laba yang dihasilkan akan bergulir di daerah dan membentuk siklus perekonomian yang baik di Kabupaten Purbalingga, dibandingkan jika peluang tersebut diambil oleh pengusaha besar di ibu kota.

“Kalau kita hitung anggaran untuk program MBG di Purbalingga sepertunya setahun lebih dari Rp1 triliun. bayangkan saja satu porsi seharga Rp10.000 dan setiap dapur memproduksi sekitar 2500–3000 porsi/penerima manfaat sementara dapur (MBG) eksisting kita sekarang sudah 90 dapur,” katanya.
Menurutnya, peluang usaha tidak hanya terbuka pada sektor bahan pangan, tetapi juga pada aspek teknis seperti pemeliharaan alat produksi dan distribusi. Oleh karena itu, ia berharap seluruh anggota koperasi dapat berperan aktif tanpa adanya monopoli atau ego sektoral.
“Tentunya dengan kerukunan, dengan kolaborasi yang baik, dengan kerjasama yang baik, Insya Allah kesejahteraan bersama akan mudah direalisasikan,” katanya.
Pada kesempatan ini, Wabup Dimas juga berkesempatan mengunjungi SMKN 1 Bojongsari. Ia meninjau tempat praktik tata boga di sekolah tersebut termasuk memastikan kemampuan produksi dan higienitas. (Gn/Prokompim)




Recent Comments