PURBALINGGA – Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Bupati Fahmi M Hanif mengajak seluruh elemen masyarakat di Purbalingga untuk menjaga dan menyiapkan generasi muda sebagai fondasi pembangunan bangsa. Hal itu disampaikan saat menjadi inspektur upacara peringatan Harkitnas Tahun 2026 di Halaman Pendopo Dipokusumo, Rabu (20/5), dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan Bupati, disampaikan menjaga tunas bangsa tidak hanya berarti memastikan akses pendidikan yang baik, tetapi juga menghadirkan perlindungan yang menyeluruh terhadap tumbuh kembang anak dan generasi muda.
“Tunas bangsa harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif. Mereka perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, serta ruang digital yang aman agar dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis nasional yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan cek kesehatan gratis, hingga penguatan ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Bupati Fahmi menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan informasi secara bijak.
“Literasi digital menjadi kebutuhan penting saat ini. Kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan justru menjadi ancaman bagi perkembangan generasi muda,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
“Semangat Boedi Oetomo harus terus kita hidupkan melalui kerja bersama, inovasi, dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Dengan kebersamaan dan semangat membangun, saya yakin Purbalingga dapat terus tumbuh menjadi daerah yang maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas masyarakat.

Untuk kategori umum, juara pertama diraih inovasi CoFarm: Akselerasi Digitalisasi Hulu-Hilir dan Regenerasi Petani Muda melalui Ekosistem Digital Terpadu guna Memperkuat Daya Saing Petani Kecil karya Afif Fadhilah Iftiar, Salwa Dian Lestari, Muzakki Lazuardy, dan Sidik Syaifudin dari Kecamatan Bukateja. Juara kedua diraih Natural Straw (Lingga Straw) karya Dhenny Yossi Erviyantho dari Kecamatan Purbalingga, sedangkan juara ketiga diraih inovasi Alat Pemipil Jagung Mini Mempercepat Pasca Panen Jagung karya Sri Haryanti, Arizah Anggraeni, dan Supriyadi dari Kecamatan Karangmoncol.
Sementara pada kategori pelajar, juara pertama diraih inovasi S-P3K (Sistem Presensi, Pintar, Presisi, dan Konektif) karya Asyraaf Aldaiva Satriya Dharmajoyo dan Waldan Achmad Rifai dari SMA Negeri 1 Purbalingga. Juara kedua diraih PERWIRA-CODE: Petualangan Digital 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Berbasis Budaya Lokal Purbalingga karya tim dari SMA Negeri 1 Bobotsari, dan juara ketiga diraih Tongkat Pintar Arduino karya tim dari SMKN 1 Purbalingga.(tha/prokompim)




Recent Comments