PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu titik pelaksanaan Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di kompleks perkebunan tebu Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, ini dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani bersama jajaran Forkopimda dengan melakukan panen tebu secara simbolis di lahan binaan Lanud TNI AU Jenderal Besar Soedirman.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak di 43 titik di Indonesia yang dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subiyanto serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Di Purbalingga, Lanud Jenderal Besar Soedirman membina lahan tebu seluas 72 hektare yang dikelola oleh 46 kelompok tani tebu. Khusus panen raya kali ini dilakukan di lahan seluas 10 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 3.305 ton tebu.
Komandan Lanud Jenderal Besar Soedirman, Letkol Pnb Ali Purwoko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan TNI AU terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula nasional.
“Untuk di Purbalingga ada 72 hektare sebagai wilayah kerja kita dan sebagai pembina petani-petani tebu yang ada di Purbalingga. Dari 72 hektare itu ada 46 kelompok tani tebu yang menanami lahan tersebut,” ungkapnya.

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengapresiasi keterlibatan TNI AU dalam membina petani tebu di daerah. Menurutnya, keberadaan lahan tebu di Purbalingga menjadi potensi yang perlu terus dikembangkan karena mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.
“Tentu ini ada dampak ekonomi yang cukup baik utamanya bagi para petani dan buruh tani. Tentunya kami juga melakukan pembinaan melalui Dinas Pertanian untuk membersamai kesuksesan program swasembada gula,” kata Wabup Dimas.
Ia menambahkan, hasil panen tebu dari Purbalingga selama ini diserap dan diolah di salah satu pabrik gula di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga memberikan nilai tambah bagi rantai produksi gula nasional.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan panen raya ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam mengawal program swasembada pangan. TNI AU mendapat mandat mendampingi komoditas tebu, TNI AD pada padi, dan TNI AL pada kedelai.

Pada musim panen 2026, TNI AU bersama mitra pemerintah, BUMN, swasta, dan asosiasi petani mendampingi budidaya tebu di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi sekitar 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang diproyeksikan menyumbang 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun 2026. Selain menghasilkan gula, hilirisasi tebu juga mendukung produksi molase, bioetanol, pupuk organik, pakan ternak, hingga bahan baku industri farmasi yang semakin meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut.
Dalam arahannya secara virtual, Presiden RI Prabowo Subiyanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya panen raya serentak tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa, termasuk TNI dan Polri.
“Kegiatan ini menunjukkan ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden Prabowo.(Gn/Prokompim)




Recent Comments