PURBALINGGA – Kegiatan Amaliyah Ramadan 1447 H berupa Tarawih Keliling (Tarling) Pemerintah Kabupaten Purbalingga berlangsung di Masjid Al Hidayah, Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, berbagai capaian pembangunan dan program pemerintah daerah disampaikan kepada masyarakat, mulai dari penguatan infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Camat Bukateja, Nur Azizah Erlita, menyampaikan bahwa wilayah Bukateja saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif. Hal tersebut tidak lepas dari patroli rutin yang dilakukan sehingga tidak ditemukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dari sisi pembangunan, Kecamatan Bukateja pada tahun 2025 menjadi salah satu lokasi pembangunan Daerah Irigasi Slinga yang diharapkan mampu meningkatkan debit air bagi lahan pertanian yang selama ini masih mengalami kekurangan pasokan air di sejumlah desa.
Selain itu, pembangunan tebing Sungai Serayu di Desa Wirasaba juga telah selesai. Sebelumnya, erosi sungai sempat menggerus tebing di ujung runway bandara hingga memutus akses jalan antara Wirasaba Utara dan Selatan. Kini, jalur tersebut telah kembali terhubung.

Program pembangunan infrastruktur jalan melalui program Alus Dalane juga terus berjalan. Pada tahun 2025, anggaran perbaikan jalan di Bukateja mencapai Rp2,3 miliar dan meningkat menjadi Rp3,45 miliar pada tahun 2026.
“Kami berharap pada 2027 anggaran bisa meningkat lagi sehingga kondisi jalan mantap di Bukateja dapat mencapai hingga 99 persen,” kata Nur Azizah.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Purbalingga, Mukodam, yang mewakili Bupati Purbalingga, menyampaikan apresiasi atas kondusivitas masyarakat Bukateja yang dinilai menjadi modal penting bagi kelancaran pembangunan daerah.
Mukodam menambahkan, untuk menuntaskan kerusakan jalan kabupaten secara menyeluruh dibutuhkan anggaran sekitar Rp350 miliar. Pada tahun 2025, pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp122 miliar dengan berbagai efisiensi agar program Alus Dalane dapat berjalan merata sesuai skala prioritas.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas yang telah dibangun, termasuk tidak menggunakan jalan yang sudah halus untuk berkendara secara ugal-ugalan.
“Kami titip kepada para Kades untuk memastikan drainase di tepi jalan tetap berfungsi agar aspal lebih awet,” katanya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga terus mendorong penyerapan tenaga kerja melalui program Kepenak Ngodene yang telah diimplementasikan hingga tingkat desa. Program ini dilengkapi dengan kegiatan Job Fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026.
“Silakan masyarakat memanfaatkan aplikasi Kepenak Ngodene dan kegiatan Job Fair. Perangkat desa juga diharapkan aktif membantu mendaftarkan warga yang membutuhkan pekerjaan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mukodam juga mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai program pemerintah serta memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul, termasuk sinergi antara petani dan peternak dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
“Mari kita dukung program pemerintah yang bermanfaat. Jika ada hal yang kurang pas, mari kita perbaiki melalui jalur yang baik dan tidak menimbulkan kegaduhan,” pesannya.(Gn/Prokompim)




Recent Comments