PURBALINGGA — Persibangga Purbalingga memastikan langkah ke partai final Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026 setelah menundukkan Persiharjo Sukoharjo lewat drama adu penalti pada leg kedua semifinal di Stadion Gelora Goentoer Darjono, Rabu (11/2/2026).
Kemenangan ini diraih setelah Persibangga menang 1-0 pada waktu normal melalui gol Yohan Patrick, yang memaksa duel berlanjut ke adu penalti usai agregat kedua tim imbang. Dalam babak tos-tosan, Persibangga unggul 5-4 dan berhak melaju ke final.
Persibangga sebelumnya kalah 1-2 pada leg pertama di kandang Persiharjo, sehingga laga kedua menjadi penentuan nasib kedua tim.

Persibangga Dominan, Persiharjo Bertahan
Sejak peluit awal dibunyikan, Persibangga langsung mengambil inisiatif serangan. Tuan rumah tampil menekan, mengandalkan umpan-umpan silang yang beberapa kali menciptakan ancaman serius di depan gawang Persiharjo.
Namun, kiper Persiharjo, Agung Pras, tampil impresif dengan sejumlah penyelamatan penting di tengah gempuran serangan tuan rumah.
Petaka bagi tim tamu datang setelah pemain Persiharjo, Ardyanto, diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran dengan mengangkat kaki terlalu tinggi saat berupaya mengontrol bola. Meski demikian, hingga turun minum skor tetap bertahan 0-0.
Gol Super Sub Yohan Patrick
Memasuki babak kedua, Persibangga memasukkan Yohan Patrick menggantikan Dwi Adi Satrio. Keputusan itu terbukti jitu.
Yohan mencetak gol pada menit awal babak kedua melalui sundulan memanfaatkan umpan lambung Aziz Briantoro. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol di waktu normal sekaligus menyamakan agregat menjadi imbang.
Bermain dengan 10 pemain, Persiharjo kesulitan mengembangkan permainan. Persibangga terus mengontrol permainan, namun tambahan gol tak kunjung tercipta hingga peluit panjang berbunyi.
Aldiano Jadi Pahlawan Adu Penalti
Pada babak adu penalti, kiper Persibangga Aldiano Sefiola tampil sebagai pahlawan. Ia sukses menepis dua eksekusi penalti Persiharjo dari total enam penendang.
Sebaliknya, kiper Persiharjo hanya mampu menggagalkan satu eksekusi Persibangga, sehingga skor akhir adu penalti menjadi 5-4 untuk kemenangan tuan rumah.

Evaluasi Pelatih dan Target Nasional
Pelatih Persibangga, Imran Amirullah, mengakui timnya sebenarnya memiliki banyak peluang sepanjang pertandingan.
“Pemain lawan bertahan, sedangkan kita terburu-buru, tidak sabar. Kita terlalu monotone, crossing-crossing terus,” ujarnya.
Ia menambahkan, skenario adu penalti sebenarnya sudah dipersiapkan jauh hari melalui latihan rutin.
Menatap partai final, fokus utama tim adalah pemulihan kondisi pemain, penguatan taktik, dan kesiapan mental.
“Target kita lolos di Liga 4 nasional. Kalau ini juara itu bonus buat kita,” tambahnya.

Dukungan Pemkab untuk Kebangkitan Sepak Bola Daerah
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, yang turut menyaksikan pertandingan, menyampaikan apresiasi atas perjuangan tim dan dukungan suporter.
“Sepak bola adalah pemersatu masyarakat. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi generasi muda Purbalingga untuk terus berprestasi secara sportif dan membanggakan daerah,” katanya.(Gn/Prokompim




Recent Comments