PURBALINGGA – Implementasi program Scalable Public Health Empowerment, Research, and Education Sites (SPHERES) dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis data.
Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin yang melakukan review progres program SPHERES di Purbalingga.
Dalam kunjungannya, Menkes meninjau tiga lokasi layanan kesehatan yakni Posyandu Lestari 5 Bancar, Puskesmas Purbalingga Kota, serta menerima paparan perkembangan program di Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.

Menurut Fahmi, program SPHERES memberikan perubahan signifikan dalam pengelolaan data kesehatan masyarakat. Melalui sistem digital yang terintegrasi, pemerintah daerah kini dapat mengetahui kondisi kesehatan warga secara lebih cepat dan akurat.
“Manfaat yang paling terasa bagi kami adalah sekarang kita bisa memahami data riil kesehatan masyarakat secara langsung. Dengan data itu kita bisa menganalisa kondisi yang ada dan menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat,” ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Fahmi, pemerintah daerah kerap menghadapi kendala karena data kesehatan masyarakat belum terintegrasi secara komprehensif dan real time.
“Jika dulu kita harus menunggu laporan dalam periode tertentu, sekarang dengan adanya SPHERES kita bisa langsung melihat datanya secara real time. Dari situ kita bisa segera menentukan kebijakan atau program yang diperlukan,” jelasnya.
Dengan sistem ini, berbagai persoalan kesehatan di masyarakat dapat lebih cepat terdeteksi sejak dini. Pemerintah daerah pun bisa segera melakukan intervensi melalui program kesehatan yang tepat sasaran.
Fahmi menambahkan, ke depan berbagai program kesehatan di Kabupaten Purbalingga juga akan disusun berdasarkan data yang tersaji dalam sistem SPHERES.
“Dashboard ini sangat membantu kami untuk menganalisa kebutuhan kesehatan masyarakat. Sehingga program yang dibuat bisa diprioritaskan sesuai kondisi riil di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan Purbalingga merupakan salah satu daerah yang dipilih sebagai percontohan transformasi digital layanan kesehatan primer, bersama Kabupaten Lombok Barat.

Menurutnya, pemilihan daerah tersebut didasarkan pada komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan digitalisasi pelayanan kesehatan di puskesmas dan posyandu.
“Kita melihat progres di Purbalingga sangat baik. Harapannya nanti model ini bisa menjadi contoh dan diimplementasikan di 514 kabupaten/kota di Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan implementasi program SPHERES dapat diterapkan di seluruh Puskesmas di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Melalui sistem digital ini, data kesehatan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini, seperti hipertensi yang cukup banyak ditemukan di masyarakat Purbalingga.
Dengan penanganan yang lebih cepat dan berbasis data, diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal sekaligus mendorong upaya pencegahan penyakit di tingkat layanan primer.(tha/prokompim)




Recent Comments