PURBALINGGA – Satu tahun memimpin Kabupaten Purbalingga, duet Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, Fahmi–Dimas mulai menunjukkan realisasi sejumlah program prioritas yang menjadi bagian dari visi pembangunan lima tahunan.
Tiga program yang paling terasa di tengah masyarakat yakni Alus Dalane, Kepenak Ngodene, dan Satu Desa Satu Mobil, kini telah berjalan secara bertahap dan menjadi penopang arah pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak bisa sekaligus, tetapi kami pastikan berjalan bertahap dan merata. Dan semua tak mungkin terlaksana tanpa ada doa dan dukungan dari panjenengan semua,” kata Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani saat Tarling di Masjid Baiturrohman Desa Jambudesa, Karanganyar, Rabu (25/2/2026).

Dikatakan, dalam rangka merealisasikan program Alus Dalane pemerintah melakukan percepatan perbaikan dan pemeliharaan jalan. Di tahun 2025 kurang lebih anggaran sebesar Rp 121 miliar digelontorkan untuk peningkatan sejumlah ruas jalan. Dilanjutkan tahun 2026 telah dialokasikan anggaran yang cukup besar juga untuk perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten di Purbalingga.
Di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan, implementasi program Kepenak Ngodene diwujudkan melalui pelaksanaan job fair dan launching aplikasi Kepenak Ngodene yang berupaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Program ini diarahkan untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Purbalingga.
“Aplikasi yang berisi lowongan pekerjaan di Purbaingga ini bisa diakses secara gratis oleh masyarakat, sehingga program Kepenak Ngodene bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata dia.
Lebih lanjut Dimas menyebut, program Satu Desa Satu Mobil juga mulai terealisasi. Pada tahun 2025, sebanyak 10 desa telah menerima hibah kendaraan operasional desa. Bantuan ini dimaksudkan untuk menunjang pelayanan publik di tingkat desa sekaligus mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Plt Camat Karanganyar, Juli Atmadi, menyebut sepanjang 2025 terdapat sinergi pembiayaan dari berbagai sumber untuk mendukung program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sumber anggaran menjadi kunci pelaksanaan Program Alus Dalane di Karanganyar.
“Selama 2025 ada 8 kegiatan dari Bantuan Gubernur (Bangub), 13 kegiatan bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kabupaten, serta 21 kegiatan dari Dana Desa yang tersebar di seluruh desa di Karanganyar,” jelasnya.(tha/prokompim)




Recent Comments