PURBALINGGA – Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah/2026 kembali menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara umaro, ulama, dan umat di Kabupaten Purbalingga.
Melalui kegiatan yang menyasar 18 masjid di 18 desa/kelurahan pada 18 kecamatan ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Pelaksanaan Tarling dibagi menjadi dua tim. Tim I dipimpin Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, sementara Tim II dipimpin Wakil Bupati Dimas Prasetyahani. Kedua tim didampingi unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala OPD, perwakilan RSUD, hingga BUMD di lingkungan Pemkab Purbalingga.
Pada pelaksanaan perdana, Tim I menggelar Tarling di Masjid Jami Nurul Iman, Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu, Senin (23/2/2026). Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Tri Gunawan Setiadi hadir mewakili Bupati yang berhalangan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan kepedulian sosial.
“Bulan suci Ramadan hendaknya menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta memperkokoh persatuan,” ujarnya.
Tarawih Keliling, lanjutnya, merupakan tradisi baik yang perlu terus dilestarikan. Selain mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kolaborasi nyata antara ulama, umaro, dan umat.
“Sinergi antara umaro, ulama, dan masyarakat sangatlah penting dalam membangun Kabupaten Purbalingga,” tambahnya.
Dari sisi kewilayahan, Camat Karangjambu Puji Muhlisun melaporkan bahwa Desa Jingkang merupakan desa terluas dari enam desa di kecamatan tersebut. Namun demikian, sekitar 48 persen infrastruktur desa masih dalam kondisi rusak parah.
“Kami berharap sinergi dan kerja sama dengan Pemkab terus terjalin, sehingga perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas lainnya di Jingkang dapat segera terealisasi,” ungkapnya.
Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah, Tarling juga dirangkaikan dengan penyaluran berbagai bantuan di setiap titik lokasi. Bantuan tersebut meliputi satu unit genset senilai Rp10 juta, bantuan konsumsi non-tunai Rp2,5 juta, satu unit hand sprayer per lokasi, serta alat bantu disabilitas seperti kursi roda, kruk, alat bantu dengar, tongkat tuna netra, dan walker sesuai kebutuhan desa.

Selain itu, disalurkan pula paket beras bagi penerima Program RTLH, lima paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dengan masalah gizi di setiap lokasi (@Rp150.000), satu unit bola kaki atau bola voli per titik (@Rp500.000), serta 15 mushaf Al-Qur’an per lokasi dengan total 270 mushaf.
Takmir masjid turut menerima bantuan masing-masing dua orang per lokasi @Rp500.000 (total Rp18 juta), serta bantuan lima paket sembako per lokasi @Rp200.000 (total Rp18 juta) dari PMI.
Melalui Tarawih Keliling Ramadan 1447 H ini, Pemkab Purbalingga menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui program fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan sinergitas antara umaro, ulama, dan umat demi Purbalingga yang semakin maju dan harmonis. (tha/prokompim)




Recent Comments