PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali menggelar Amaliyah Ramadhan 1447 H melalui agenda Tarawih Keliling (Tarling), Senin (23/2/2026), di Masjid Al Mutaqin, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Rombongan dipimpin Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, didampingi jajaran Kepala OPD.
Camat Karangreja, Supriyanti, dalam laporannya menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya relatif aman. “Situasi Kamtibmas di Kecamatan Karangreja kondusif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan potensi kebencanaan hidrometeorologi yang perlu diwaspadai masyarakat. “Dari segi potensi kebencanaan Karangreja mewaspadai hujan lebat dan angin kencang,” katanya.
Supriyanti menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemkab dalam penanganan banjir dan tanah longsor di Desa Serang dan Kutabawa. “Terima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang memberi perhatian dan penanganan maksimal atas bencana banjir dan tanah longsor. Saat ini kondisi membaik dan masuk masa pemulihan,” ungkapnya.

Di sektor pendapatan daerah, partisipasi warga Karangreja dinilai menggembirakan. Camat menyebut antusiasme masyarakat dalam pelunasan PBB-P2 sangat tinggi. “Kami optimis akan menyabet penghargaan dari Pemkab Purbalingga atas pelunasan tercepat,” tuturnya.
Hal serupa terlihat pada layanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). “Samsat Keliling selalu rame berjubel. Ini menunjukan kepercayaan masyarakat tinggi bahwa apa yang mereka bayarkan benar-benar untuk pembangunan daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Camat Karangreja juga menyampaikan dua aspirasi utama. Pertama, dukungan anggaran pembangunan lapangan desa baru, khususnya untuk kebutuhan sewa alat berat. Kedua, permohonan perbaikan jalan kabupaten di Dusun Bayeman Kidul, Desa Tlahab Lor, sepanjang 254 meter yang disebutnya “sudah 15 tahun belum tersentuh perbaikan.”
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Dimas Prasetyahani menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia meminta pemerintah desa segera menghitung kebutuhan operasional sewa alat berat untuk pembangunan lapangan.
Terkait jalan rusak di Bayeman Kidul, ia menginstruksikan agar segera dicatat untuk tindak lanjut. “Jika dibutuhkan mendesak sementara bisa dilakukan patching, jika bersabar bisa diusulkan kepada Bupati paket pemeliharaan berkala,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti isu lokal, Wabup Dimas juga memberikan penjelasan atas sejumlah kebijakan yang tengah menjadi polemik di masyarakat, mulai dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor, kebijakan gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, hingga keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace.

Ia menekankan bahwa percepatan pembangunan dan respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana tidak lepas dari kontribusi masyarakat.
Pembangunan yang cepat dan responsivitas pemerintah penanganan bencana tentu tidak terlepas dari peran bapak ibu masyarakat yang telah membayar pajak,” ujarnya.
Wabup juga memaparkan progres program pemerintahan Fahmi–Dimas yang mulai terealisasi, seperti Alus Dalane, Kepenak Ngodene, hingga Satu Desa Satu Mobil. Tahun 2026, program Alus Dalane dipastikan berlanjut dengan sejumlah lokus prioritas yang telah ditentukan.
Sebagai bentuk kepedulian, rombongan Tarling tidak datang dengan tangan kosong. Bantuan berupa genset, uang tunai, dan peralatan diserahkan kepada masyarakat, dengan dukungan Pemkab Purbalingga, PMI, dan Baznas. Secara pribadi, Wabup juga memberikan bingkisan untuk imam masjid dan tim hadroh yang menyambut rombongan.(Gn/Prokompim)




Recent Comments