PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ketahanan pangan melalui dukungan pembangunan infrastruktur pertanian. Salah satu buktinya adalah alokasi anggaran yang cukup besar di Kecamatan Padamara pada tahun 2026, yang sebagian digunakan untuk pembangunan jalan usaha tani.
“Di tahun 2026 ini sektor infrastruktur tetap menjadi perhatian pemerintah kabupaten. Namun demikian, sektor ketahanan pangan juga menjadi prioritas. Di wilayah Padamara, dukungan terhadap sektor pertanian diwujudkan melalui pembangunan jalan usaha tani,” kata Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani saat kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pemerintah Kabupaten Purbalingga putaran ke-8 di Masjid Baitul Muttaqin, Kecamatan Padamara, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, total anggaran pembangunan di Kecamatan Padamara pada tahun 2026 mencapai Rp5.084.994.680. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai kegiatan pembangunan, baik yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian maupun peningkatan kualitas infrastruktur lainnya.
Sejumlah kegiatan yang dibiayai antara lain pembangunan jalan usaha tani di Desa Mipiran senilai Rp47.734.680, jalan usaha tani RT 01 RW 01 Desa Kalitinggar sebesar Rp94.332.820, serta pembangunan jalan usaha tani di Desa Karanggambas RT 03 RW 05 sebesar Rp165.934.840.
Selain itu, pembangunan jalan usaha tani juga dilakukan di Desa Karangjambe Dusun 1 RT 04 RW 01 dengan anggaran Rp165.934.840, serta di Desa Padamara Blok 14 senilai Rp142.067.500.

Untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran rehabilitasi jaringan irigasi D.I Limpakdau sebesar Rp770 juta dan rehabilitasi Bendung D.I Barangwungkal sebesar Rp268.990.000.
“Di luar sektor pertanian, anggaran juga digunakan untuk peningkatan kualitas infrastruktur jalan, seperti pengaspalan Jalan Lingkar RT 03 dan 05 RW 02 Kelurahan Karangsentul sebesar Rp200 juta, rehabilitasi talud jalan Perumahan Puri Tama Desa Gemuruh Rp180 juta, serta pemeliharaan berkala sejumlah ruas jalan kabupaten,” paparnya.
Di antaranya pemeliharaan Jalan Kedungwuluh–Padamara sebesar Rp1,85 miliar, Jalan Bojanegara–Babakan (Rupakpicis) Rp400 juta, Jalan Karangklesem–Dawuhan Rp400 juta, dan Jalan Bojanegara–Dawuhan Rp400 juta.
“InsyaAllah, pemkab berkomitmen membangun seluruh wilayah Purbalingga tanpa terkecuali. Mohon doanya agar kami, Fahmi-Dimas bisa istiqomah tidak menitikberatkan pada kepentingan politik atau golongan, tetapi merangkul seluruh masyarakat agar pembangunan bisa merata dan berkeadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Padamara Tri Wibowo melaporkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya saat ini terjaga dengan baik. Ia juga menyampaikan perkembangan program pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Dari 13 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Padamara, saat ini pembangunan koperasi tengah berlangsung di 10 titik.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Terkait kondisi infrastruktur, Tri menambahkan bahwa sejumlah ruas jalan kabupaten yang melintasi Padamara kini dalam kondisi semakin baik dan nyaman dilalui. Salah satunya ruas Karangkabur–Kalitinggar yang telah dilakukan overlay dan pengaspalan. (tha/prokompim)




Recent Comments