PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Aqshol Madinah Husada di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Rabu (29/4/2026). Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah utara Purbalingga yang selama ini dinilai masih terbatas.
“Ciri wilayah yang maju adalah memiliki pendidikan yang baik dan fasilitas kesehatan yang memadai. Alhamdulillah, di Bobotsari sudah ada pondok pesantren (PPTQ Al-Ikhlas Aqshol Madinah, red) dan sekarang akan dibangun rumah sakit yang akan semakin meningkatkan layanan kesehatan di Purbalingga, khususnya wilayah Bobotsari dan sekitarnya,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi pembangunan rumah sakit yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Ikhlas Aqshol Madinah tersebut. Ia berharap keberadaan RSU ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Purbalingga yang saat ini masih belum sepenuhnya optimal.

Menurutnya, dari sekitar sembilan rumah sakit yang ada di Purbalingga, baru satu yang berada di wilayah utara. Sementara sebagian besar lainnya berada di kawasan perkotaan.
“Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan menjadi rumah sakit kedua di wilayah utara yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selama ini warga harus menempuh jarak cukup jauh ke kota untuk mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.
RSU Aqshol Madinah Husada nantinya diharapkan dapat melayani masyarakat di sejumlah kecamatan di wilayah utara, seperti Bobotsari, Karangreja, Karangjambu, Rembang, Karanganyar, Karangmoncol, hingga Kertanegara, bahkan masyarakat di perbatasan Purbalingga–Pemalang.
Pada kesempatan yang sama, bupati juga mengungkapkan kekagumannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit tersebut yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 550 miliar, dengan desain arsitektur menyerupai Masjid Nabawi di Madinah yang ditargetkan rampung dalam 19 bulan.
“Semoga ini bisa menjadi ikon sekaligus simbol kemajuan pembangunan di Purbalingga,” tambahnya.

Sementara itu, Pengasuh PPTQ Al-Ikhlas Aqshol Madinah yang juga Dirut PT Aqshol Madinah Husada, KH Sahal Abdullah, menjelaskan pembangunan rumah sakit ini tidak hanya didasari kebutuhan layanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana dakwah.
“Rumah sakit ini menjadi media untuk berdakwah dan menjalankan amar makruf nahi mungkar. Secara sosiologis, lokasinya yang berada di persimpangan wilayah utara Purbalingga juga sangat strategis dan dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, RSU Aqshol Madinah Husada nantinya akan memiliki 150 bed dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk layanan hemodialisis (cuci darah), guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih lengkap.
“Semoga kehadiran rumah sakit ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(tha/prokompim)




Recent Comments