PURBALINGGA – Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Herni Sulasti menegaskan validitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan program bantuan sosial berjalan tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan saat mewakili Bupati Purbalingga pada kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Penguatan Kualitas DTSEN Kabupaten Purbalingga Tahun 2026, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, validitas data bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut hak masyarakat. Kesalahan data dapat berdampak pada tidak tepatnya penerima bantuan, munculnya kecemburuan sosial, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
“Validitas data bukan sekadar urusan administratif, tetapi menyangkut hak masyarakat. Kesalahan data dapat berdampak pada tidak tepatnya penerima bantuan, munculnya kecemburuan sosial, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” kata Herni membacakan sambutan Bupati Purbalingga.

Herni mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi lintas sektoral dalam proses pemutakhiran DTSEN. Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, pendamping sosial, operator data, hingga unsur masyarakat diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk memastikan data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Mari kita kedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pendataan. Libatkan masyarakat, lakukan verifikasi secara cermat, dan bangun koordinasi yang baik antarinstansi agar kualitas data semakin baik dari waktu ke waktu,” katanya.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada desa dan kelurahan yang menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik dalam mendukung pemutakhiran dan pengelolaan DTSEN melalui aplikasi SIKS-NG.

Adapun penerima penghargaan antara lain Kelurahan Bancar Kecamatan Purbalingga sebagai terbaik pertama kategori usulan pemutakhiran DTSEN terbanyak, disusul Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja dan Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang.
Selain itu, Desa Tangkisan Kecamatan Mrebet menerima penghargaan kategori usulan bansos dan PBI-JK terbanyak, Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang sebagai desa dengan usulan reaktivasi PBI-JK terbanyak, serta Desa Selaganggeng Kecamatan Mrebet sebagai desa dengan tindak lanjut tercepat pada penelitian KPM bantuan sosial.(tha/prokompim




Recent Comments