PURBALINGGA – Persibangga Purbalingga harus mengakui keunggulan Wahana FC Pekanbaru pada laga kedua Babak 64 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 Grup D. Bermain di Stadion Gelora Goentoer Darjono, Purbalingga, Selasa (2/6/2026), Laskar Jenderal Soedirman takluk dengan skor 2-0 setelah kebobolan di penghujung masing-masing babak.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persibangga tampil agresif dan lebih banyak menekan pertahanan Wahana FC. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun rapatnya lini belakang wakil Riau tersebut membuat upaya tuan rumah belum membuahkan hasil.
Saat Persibangga terus berupaya memecah kebuntuan, Wahana FC justru mampu mencuri gol pada menit ke-45. Ramadhani, pemain bernomor punggung 8, menyambut bola dengan sundulan rendah yang gagal diantisipasi sehingga membawa Wahana FC unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Persibangga berusaha mengambil alih permainan dan mengejar ketertinggalan, sementara Wahana FC konsisten mengandalkan skema serangan balik cepat.

Upaya Persibangga untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil. Sebaliknya, Wahana FC memastikan kemenangan pada menit ke-89 melalui gol Rendi Saputra. Berawal dari umpan pemain bernomor punggung 15 yang mengarah ke area pertahanan Persibangga, bola yang sempat tampak akan diamankan kiper Aldiano Sefiola justru gagal disentuh. Rendi yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola dan mengubah skor menjadi 2-0.
Asisten Pelatih Persibangga, Fauzan F, mengakui timnya belum mampu menampilkan permainan terbaik dan masih melakukan sejumlah kesalahan yang harus segera diperbaiki.
“Dalam permainan hari ini banyak kesalahan-kesalahan sendiri. Itu akan menjadi bahan evaluasi kami. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pemain agar ini menjadi pembelajaran,” ujarnya usai pertandingan.
Meski menelan kekalahan, Fauzan menegaskan peluang Persibangga untuk melangkah ke fase berikutnya masih terbuka. Karena itu, tim pelatih meminta seluruh pemain tetap menjaga semangat menghadapi laga terakhir grup.
“Kami menekankan kepada pemain agar tidak menyerah karena masih ada kesempatan. Pertandingan berikutnya menjadi penentu dan mau tidak mau kemenangan adalah harga mati. Tim kepelatihan akan mengusahakan tiga poin,” katanya.
Fauzan juga menilai permainan timnya kurang berkembang akibat faktor adaptasi sejak awal pertandingan. Menurutnya, minimnya pemanasan menggunakan bola sebelum laga membuat para pemain membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan ritme permainan.
“Kami tidak melakukan pemanasan dengan bola sebelum pertandingan kedua. Adaptasi terhadap bola jadi membutuhkan waktu. Mungkin ini menjadi pelajaran bahwa pemanasan memang sangat penting bagi pemain,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti faktor mental dan fokus pemain yang dinilai mudah terpancing sehingga memengaruhi jalannya pertandingan.
“Sejak awal tensi pertandingan sudah tinggi. Pemain mudah terpancing dan kehilangan fokus sehingga ritme permainan berubah. Setelah tertinggal, pemain terlalu terburu-buru ingin mencetak gol dan akhirnya permainan tidak berkembang,” tambahnya.
Di kubu lawan, Pelatih Wahana FC Bobby Satria bersyukur timnya kembali meraih kemenangan setelah sebelumnya juga mengalahkan PSPP Padang Panjang. Hasil tersebut mengantarkan Wahana FC memuncaki klasemen sementara Grup D.
Bobby mengakui Persibangga memberikan tekanan yang cukup besar sepanjang pertandingan dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan timnya.
“Persibangga bermain cukup bagus dan beberapa kali melakukan passing yang membahayakan pertahanan kami. Alhamdulillah dengan koordinasi, ketenangan, dan kekompakan pemain belakang, kami bisa mengantisipasi permainan Purbalingga,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat Persibangga harus mengalihkan fokus ke laga terakhir Grup D melawan PSPP Padang Panjang yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6/2026). Pertandingan tersebut menjadi laga krusial bagi Laskar Jenderal Soedirman untuk menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.(Gn/Prokompim)




Recent Comments