JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menangkap peluang investasi yang semakin terbuka di Jawa Tengah seiring penguatan pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan investasi menuju hilirisasi serta pengembangan teknologi.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani saat menghadiri Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Dimas hadir mewakili Bupati Purbalingga dalam forum yang diikuti oleh 400 peserta dari unsur pemerintah pusat, daerah se Jateng, pelaku usaha, dan investor.
Mengangkat tema “Accelerating Investment Growth in Central Java Through Sustainable Development and Regional Competitiveness.”CJIBF 2026 diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini adalah bagian dari upaya memperkuat investasi dan perdagangan daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk menarik investasi, baik dari dalam maupun luar Jawa Tengah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,89 persen menunjukkan provinsi tersebut masih menjadi salah satu tujuan investasi.
“Forum bisnis ini kita buka selama dua hari dan sampai pukul 14.00 WIB sudah mendapatkan nilai hampir Rp 19,7 triliun. Ini artinya Jawa Tengah, di tengah tekanan fiskal dan geopolitik yang tidak menentu, tetap eksis menumbuhkembangkan ekonomi baru di wilayah,” kata Ahmad Luthfi.
Ia menyebut sejumlah faktor yang menjadi daya tarik investasi di Jawa Tengah antara lain jaminan keamanan, kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, serta upah tenaga kerja yang kompetitif.
“Ini yang menjadikan Jawa Tengah menarik bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Selain investasi, kondisi perekonomian Jawa Tengah juga ditopang oleh inflasi yang relatif terkendali. Hal tersebut, menurut Ahmad Luthfi, tidak terlepas dari kerja kolaboratif pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat desa.
Bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga, forum tersebut menjadi momentum untuk melihat perkembangan arah investasi sekaligus memperkuat posisi daerah dalam kompetisi menarik investasi yang berkualitas.
“Kita ingin investasi yang masuk ke Purbalingga tidak hanya memberikan angka pada realisasi investasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, keberlanjutan, penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan UMKM, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting yang harus kita dorong,”kata dia.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan rangkaian CJIBF 2026 terdiri atas one on one meeting antara investor dan pemerintah daerah serta kegiatan forum yang menghadirkan sejumlah pembicara dari pemerintah dan dunia usaha.
CJIBF 2026 juga menghadirkan talkshow bertema“Policy, Partnership, and Competitiveness: Advancing Sustainable Investment in Central Java.
Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi Ichsan Zulkarnaen mengatakan Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi salah satu penyumbang peningkatan realisasi investasi nasional pada semester II 2026.
Ia menekankan arah investasi Indonesia ke depan tidak lagi sekadar bertumpu pada ekstraksi sumber daya alam, tetapi bergerak menuju pengembangan teknologi menengah dan tinggi.
“Arah investasi Indonesia ke depan bukan lagi tentang ekstraksi sumber daya alam, tetapi bagaimana menciptakan teknologi menengah dan tinggi. Kita akan bicara tentang AI dan lainnya,” katanya.(tha/prokompim)




Recent Comments