Bupati Fahmi menyampaikan terima kasih kepada TP PKK yang terus melakukan pembinaan terhadap Posyandu. Menurutnya, Posyandu kini dituntut berkembang dari yang sebelumnya berfokus pada layanan kesehatan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas.“Dari yang tadinya Posyandu hanya berfokus pada kesehatan, kini lebih luas cakupannya memberi pelayanan berbagai sektor,” jelasnya.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Nawal Arafah Yasin mengatakan program Rabu Pon tidak hanya diarahkan untuk menanam pohon di pekarangan rumah. Penanaman juga dapat dilakukan di titik-titik yang memiliki kerawanan bencana.Menurutnya, gerakan tersebut memiliki sejumlah manfaat, mulai dari pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi, pemulihan lingkungan di daerah rawan bencana dan kawasan pesisir, hingga pengurangan dampak perubahan iklim.

Nawal juga menekankan transformasi Posyandu yang kini mengintegrasikan pelayanan berdasarkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.“Ini sangat bersentuhan dengan grassroots dan memang saya mengharapkan Posyandu ini tidak hanya pendataan saja,” tegasnya.

“Jika tangan kanan kepala daerah adalah APBD, maka tangan kirinya adalah Baznas. Jika tidak bisa melalui APBD, bisa menggunakan Baznas,” kata Zain.(Gn/Prokompim)