PURBALINGGA – Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Banjarnegara menggelar Acara Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar di Pendopo Dipokusumo, Rabu (8/4/2026). Mengusung slogan “Perempuan Berdaya, Ekonomi Keluarga Berjaya”, kegiatan ini menjadi ruang pemberdayaan bagi ratusan nasabah perempuan melalui pameran produk unggulan serta berbagai layanan penguatan usaha.
Beragam booth coaching clinic turut dihadirkan, mulai dari Pojok Halal dan Digital Marketing, Legalitas Produk dan Konsultasi UMKM, hingga Pelatihan Kriya Estetik. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong pelaku usaha mikro semakin adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di era digital.
Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum dan SDM, Pandi, yang hadir mewakili Bupati, menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam menyerap ilmu yang diberikan. Ia mendorong para nasabah untuk tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi juga menerapkannya dalam usaha sehari-hari.
“Serap ilmu sebaik-baiknya dari kegiatan pengembangan kapasitas usaha ini dan praktikkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Pandi juga memberikan pesan motivatif kepada para perempuan agar terus produktif dan tidak menyia-nyiakan waktu.“Kalau ibu-ibu sibuk memasak, membuat produk, lalu memasarkannya tentu pendapatannya akan meningkat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kemandirian ekonomi perempuan harus tetap sejalan dengan keharmonisan keluarga. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak boleh menggeser peran dan nilai kebersamaan dalam rumah tangga.
“Jangan sampai, perjuangan panjenengan untuk kesejahteraan keluarga justru membuat hubungan menjadi renggang. Kita jaga keluarga tetap rukun. ‘Perempuan Berdaya, Ekonomi Keluarga Berjaya’,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengajak peserta untuk memanfaatkan media sosial secara produktif sebagai sarana pemasaran, bukan sekadar hiburan.Kepada PNM, Pandi berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada acara seremonial semata, melainkan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan hingga ke tingkat paling bawah agar usaha para nasabah dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pimpinan PNM Cabang Banjarnegara, M Resya Apriansyah, menegaskan bahwa PNM tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga membangun fondasi usaha yang kuat bagi para nasabah.
“Kami memberikan tiga modal. Pertama finansial melalui ULaMM dan Mekaar, kedua modal intelektual melalui pendampingan dan pelatihan, dan ketiga modal sosial dengan membangun jejaring antar nasabah,” jelasnya.(Gn/Prokompim)




Recent Comments