TRENDING:

Video pedoman penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung...
Tak Ambil Gaji, Bupati Fahmi Salurkan Untuk Kelompok ya...
Audiensi Politeknik Madyathika, Bupati Tiwi Ajak Kolabo...
setda.purbalinggakab.go.id
  • Beranda
  • Profil
    • VISI & MISI
  • Asisten Pemerintahan & Kesra
    • Bagian Pemerintahan
    • Bagian Hukum
    • Bagian Kesra
  • Asisten Perekonomian & Pembangunan
    • Bagian Perekonomian dan SDA
    • Bagian Administrasi Pembangunan
    • Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
  • Asisten Administrasi Umum
    • Bagian Organisasi
    • Bagian Umum
    • Bagian Prokopim
  • Staf Ahli
  • Berita
  • Sakip
    • Perencanaan
    • Pengukuran
    • Pelaporan
    • Evaluasi
  • Pelayanan Publik
    • Jenis Layanan
      • Bag.Prokompim
      • Bag.Organisasi
      • Bag.Kesra
      • Bag.Hukum
      • Bag.PBJ
      • Bag.Umum
    • Maklumat Pelayanan
    • Indeks Kepuasan Masyarakat
      • Nilai IKM
    • Pengaduan Masyarakat
  • FAQ

Select Page

Purbalingga Perkuat Komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting

Posted by humas setda | Sep 22, 2026 | Bagian Perekonomian dan SDA | 0 |

Purbalingga Perkuat Komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting

SEMARANG – Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menghadiri Rakor Teknis Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 di Novotel Hotel, Kota Semarang, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Sekretariat Wakil Presiden RI melalui Kementerian Sekretariat Negara tersebut menjadi forum penguatan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting.

Mewakili Bupati Purbalingga, Wabup Dimas turut menandatangani Komitmen Kepala Daerah dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. Komitmen tersebut mencakup penempatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan yang terintegrasi, perencanaan dan penganggaran berbasis analisis situasi lokal, peningkatan kualitas layanan intervensi prioritas, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan secara berkala.

Ketua Panitia yang juga Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden, Mita Apriyanti, mengatakan pemerintah daerah juga didorong memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program kepada masyarakat.

Wabup Dimas mengatakan rakor tersebut penting untuk memberikan gambaran komprehensif kepada kepala daerah dalam menentukan kebijakan penanganan stunting. Menurutnya, pembangunan manusia perlu dimulai dari pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.

“Ini menjadi penting karena untuk membangun bangsa yang sehat dan kuat tentunya dimulai dari tumbuh kembang yang baik dari generasi penerusnya dalam hal ini yaitu bayi yang lahir, balita yang tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, pencegahan stunting dapat dilakukan sejak ibu berada dalam fase kehamilan. Karena itu, Wabup berharap rakor tersebut memberikan dampak positif sekaligus memperkaya wawasan para kepala daerah sebagai pemangku kebijakan dalam menentukan langkah penanganan stunting.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga), Budi Setiyono, menyampaikan prevalensi stunting nasional pada 2024 tercatat sebesar 19,8 persen. Angka tersebut ditargetkan turun menjadi 18,8 persen pada 2025 dan 17,5 persen pada 2026, meskipun hasil pengukuran 2026 belum tersedia.

Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat komitmen kepala daerah dan kelembagaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), memperkuat konvergensi lintas OPD hingga tingkat desa, serta menggunakan data sasaran yang sama dan terintegrasi dalam perencanaan daerah.
Menurutnya, layanan di lapangan juga perlu diperkuat melalui kader, mitra dan sinergi program. Ekosistem tersebut melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak pendampingan dari rumah ke rumah, serta Posyandu, Puskesmas dan pemerintah kelurahan/desa.

Upaya pencegahan, lanjut Budi, dapat dimulai sejak skrining calon pengantin atau pranikah, terutama pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan lingkar lengan atas (LiLa). Intervensi kemudian dilanjutkan pada fase kehamilan, pascasalin dan menyusui hingga periode bayi di bawah dua tahun (baduta) dan balita, antara lain melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B serta pemberian makanan tambahan (PMT).

“Kalau prevalensi stunting nasional pada 2024 bisa mencapai 19,8 persen, maka dengan adanya MBG khusus sasaran 3B itu akan bisa mengakselerasi capaian lebih progresif,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya membangun sense of crisis di kalangan pejabat publik dan kepala daerah terhadap persoalan stunting. Menurutnya, diperlukan upaya nyata melalui collaborative government karena stunting dapat berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari kemiskinan, kekurangan gizi, penyakit hingga kurangnya pemahaman.

“Stunting bisa jadi disebabkan kemiskinan atau kurangnya gizi. Bisa juga karena penyakit dan bisa juga karena kurangnya pemahaman,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres Eddy Cahyono Sugiarto mengutip arahan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa pembangunan manusia menjadi faktor penting bagi masa depan bangsa dan harus dimulai dari pemenuhan gizi.

“Generasi unggul lahir dari tubuh yang sehat dengan gizi terpenuhi,” katanya.

Ia juga mengutip arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kondisi tempat tinggal, sanitasi, air bersih dan drainase di sekitar rumah.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Dimas hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Purbalingga, dr Jusi Febrianto.(Gn/Prokompim)

Share:

Rate:

PreviousTiga Kali Juara Umum ETK Jateng, Bupati Fahmi Dorong Pramuka Purbalingga Perkuat Pengabdian

About The Author

humas setda

humas setda

Related Posts

Antisipasi Bencana Alam Saat Pilkada, Pasukan Tanggap Bencana Disiagakan

Antisipasi Bencana Alam Saat Pilkada, Pasukan Tanggap Bencana Disiagakan

November 22, 2024

Ashar Keliling dùi Jambudesa, Wabup Sudono Fasilitasi Sarana Wudhu dan Kanopi Masjid

Ashar Keliling dùi Jambudesa, Wabup Sudono Fasilitasi Sarana Wudhu dan Kanopi Masjid

March 26, 2024

Tugas Pokok Bagian Perekonomian

Tugas Pokok Bagian Perekonomian

April 2, 2020

Fungsi Bagian Perekonomian

Fungsi Bagian Perekonomian

April 2, 2020

Leave a reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS feed: Berita Purbalingga Berita Purbalingga

  • Fraksi DPRD Purbalingga Tekankan Manfaat Empat Raperda bagi Masyarakat
  • Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Purbalingga Dirotasi untuk Optimalkan Kinerja OPD
  • Bupati Purbalingga Dukung Empat Raperda Prakarsa DPRD
  • Empat Raperda Prakarsa DPRD Purbalingga Atur Alkohol hingga Infrastruktur Telekomunikasi
  • Kenali Ciri Rokok Ilegal, Masyarakat Purbalingga Diajak Tidak Membeli dan Mengedarkannya

Recent Posts

  • Purbalingga Perkuat Komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting
  • Tiga Kali Juara Umum ETK Jateng, Bupati Fahmi Dorong Pramuka Purbalingga Perkuat Pengabdian
  • Lantik Tujuh Pejabat, Bupati Fahmi : Jangan Diam, Jadilah Problem Solver
  • Bupati Fahmi Dukung Empat Raperda DPRD, Sejumlah Materi Diminta Disesuaikan
  • Ribuan Goweser Meriahkan Soedirman Bike Festival 2026

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Layanan Pengadaan Secara Elektronik

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan

Portal Informasi Kerajinan

Recent Comments

  • Kamaludin on Tak Ambil Gaji, Bupati Fahmi Salurkan Untuk Kelompok yang Membutuhkan
  • WHR. on Audiensi Politeknik Madyathika, Bupati Tiwi Ajak Kolaborasi Bangun Purbalingga
  • tel u on Sekda : Tak Hanya Militer, Bela Negara Berlaku Semua Lapisan Masyarakat
  • tel u on Pemkab Purbalingga Kirim 6 Program untuk Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023
  • Dwi Iswanti R. on 5000 Bibit Pohon Ditanam di Daerah Rawan Longsor Desa Siwarak

Designed by Elegant Themes | Powered by WordPress