PURBALINGGA – Ratusan lampion kembali menyemarakkan jantung Kota Perwira, Purbalingga, dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Lampion-lampion tematik yang cantik menghiasi kawasan Alun-alun Purbalingga serta sejumlah jalan protokol, seperti Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pierre Tendean.
Peresmian Ramadan Light Festival dilakukan langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani dan jajaran Forkopimda Kabupaten Purbalingga. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol simbolis di Alun-alun Purbalingga, Kamis (19/2/2026).
Bupati Fahmi mengungkapkan, Ramadan Light Festival tahun ini merupakan edisi kedua setelah pada tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama para pemangku kepentingan dan dunia usaha menggelar kegiatan serupa.
“Ramadan Light Festival menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan Pemkab Purbalingga dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H. Harapannya, Purbalingga dan masyarakat bisa bercahaya dan bersinar dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci,” ujar Fahmi.

Ramadan Light Festival 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 19 Februari hingga 28 Maret 2026 atau hingga H+7 Lebaran. Kegiatan ini juga ditujukan untuk menyambut para pemudik yang melintas maupun yang menuju Purbalingga, sehingga mereka dapat menikmati keindahan festival lampion tersebut.
“Nanti banyak yang datang ke Purbalingga. Sambil melihat-lihat, diharapkan perputaran ekonomi juga terdampak positif dari event ini,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Sadono, menjelaskan peserta Ramadan Light Festival 2026 terbagi dalam dua kategori, yakni peserta lomba dan partisipan.
Peserta lomba terdiri atas unsur kecamatan (setiap lima desa membuat satu lampion), unsur SMA/SMK/MA (setiap tiga sekolah membuat satu lampion), serta unsur SMP/MTs (setiap subrayon mengirimkan dua lampion).
“Sementara itu, kategori partisipan melibatkan Forkopimda, OPD, instansi vertikal, perguruan tinggi, puskesmas, BUMD, serta perusahaan dan pertokoan,” kata dia.

Windi, warga Babakan, mengaku senang Ramadan Light Festival kembali digelar tahun ini. Menurutnya, bentuk lampion yang tematik dan unik sangat menarik untuk dijadikan latar foto bersama keluarga maupun teman.
“Sambil ngabuburit, foto-foto, dan buka bersama teman-teman di alun-alun jadi tambah asyik dan estetik,” ujarnya. (tha/prokompim)




Recent Comments