PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk terus mendukung penguatan pendidikan anak usia dini. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) di Objek Wisata Goa Lawa Purbalingga (Golaga), Kecamatan Karangreja, Rabu (23/9/2026). Bupati hadir didampingi Bunda PAUD Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan PAUD atas pengabdian dan kontribusinya dalam mendidik serta membimbing generasi masa depan Purbalingga. Ia berharap Himpaudi terus berkembang dan semakin memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Semoga Himpaudi terus berkembang dan memperkuat perannya dalam membangun kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia, khususnya Kabupaten Purbalingga,” kata Bupati.
Menurut Fahmi, pendidikan merupakan sektor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Karena itu, pembangunan manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan kemajuan Purbalingga.
“Dinas Pendidikan ini bidang yang sangat inti, yang akan menentukan Indonesia ke depannya, yang menentukan maju tidaknya Kabupaten Purbalingga ke depannya. Karena pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia,” ujarnya.

Komitmen tersebut, lanjut Bupati, tetap dijaga di tengah kebijakan efisiensi anggaran pada sejumlah sektor. Ia menegaskan pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas Pemkab Purbalingga.
“Dari seluruh dinas dari seluruh bidang kita efisiensi anggarannya. Tapi khusus untuk Dinas Pendidikan kita tidak lakukan efisiensi sama sekali, karena itu salah satu sektor prioritas Pemkab Purbalingga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Purbalingga akan mempertimbangkan dukungan lebih lanjut bagi para guru PAUD, termasuk terkait honor. Hal itu diharapkan dapat mendukung kenyamanan para pendidik dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.
“Nanti coba kita hitungkan, semoga bisa membantu mensupport bapak/ibu semua dan membuat semakin nyaman dan semakin baik dalam bekerja dan semangat mendidik generasi masa depan Purbalingga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Himpaudi Purbalingga Marsusiah mengatakan HUT ke-21 Himpaudi mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”. Tema tersebut menjadi bagian dari harapan agar keberadaan dan pengabdian guru PAUD, khususnya pada pendidikan nonformal, semakin mendapatkan perhatian dan pengakuan.
“Kami membawa satu perjuangan yang lebih besar, yaitu perjuangan menuju pengakuan dan kesetaraan pendidikan,” ujar Marsusiah.
Ia berharap sistem pendidikan ke depan tidak lagi mempertentangkan pendidikan formal dan nonformal. Menurutnya, anak-anak pada pendidikan PAUD formal maupun nonformal sama-sama memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Puncak HUT ke-21 Himpaudi Purbalingga turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba yel-yel, fun game, lomba konten kreator UMKM, serta lomba pengelola dan teacher talent. Kegiatan juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 21 tahun Himpaudi.(Gn/Prokompim)




Recent Comments