PURBALINGGA – Sebanyak 250 pengayuh becak calon penerima bantuan Presiden Prabowo Subianto mengikuti pelatihan dan praktik mengoperasikan becak listrik di kompleks GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Senin (26/10/2026). Pelatihan ini digelar sebagai bekal bagi para penerima sebelum kendaraan diserahterimakan.
Tim dari PT Pindad memberikan pelatihan mengenai pengoperasian, pengenalan suku cadang, dan perawatan kendaraan. Para peserta juga mengikuti praktik mengemudi untuk memastikan mereka mampu mengoperasikan becak listrik dengan benar.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengatakan, bantuan kali ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya, Purbalingga telah menerima 100 unit. Pada tahap kedua, sebanyak 250 unit kembali dialokasikan untuk para pengayuh becak di Purbalingga.

Dimas mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat, khususnya para pengayuh becak yang sebagian telah berusia di atas 50 tahun.
“Dengan tenaga listrik, becak ini lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan bahan bakar. Pengoperasiannya juga lebih sederhana, seperti mengendarai sepeda motor,” kata Dimas.
Ia meminta seluruh calon penerima mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar mampu mengoperasikan dan merawat kendaraan secara mandiri. Dimas juga mengingatkan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.
Menurut dia, bantuan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah akan melakukan pendataan dan pemantauan setelah penyerahan bantuan untuk memastikan kendaraan digunakan sesuai peruntukannya.
Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Witasari, menegaskan pelatihan dan praktik wajib diikuti oleh seluruh calon penerima. Mereka juga harus mematuhi ketentuan pemanfaatan bantuan, termasuk larangan menjual atau memindahtangankan kendaraan kepada pihak lain.

“Jika penerima melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan, akan ada konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Witasari menambahkan, bantuan tersebut diberikan secara gratis. Calon penerima tidak dipungut biaya dalam proses penerimaan maupun penyerahan kendaraan.
Bagi Sutomo, warga Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, bantuan ini berpotensi meringankan pekerjaannya. Ia telah menggeluti profesi sebagai pengayuh becak selama 30 tahun.
“Lumayan, jadi menghemat tenaga. Tidak perlu mengayuh, tinggal digas, becak langsung jalan. Apalagi kalau membawa penumpang dan melewati tanjakan,” kata Sutomo.(tha/prokompim)




Recent Comments