PURBALINGGA – Komitmen pemerataan pembangunan kembali ditegaskan Bupati Purbalingga dalam agenda Amaliyah Ramadhan 1447 H Tarawih Keliling Pemkab Purbalingga, Rabu (25/2/2026) di Masjid Al Ishlah, Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol. Melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Tri Gunawan Setyadi, Bupati memastikan alokasi anggaran fisik sebesar Rp 3,7 miliar untuk wilayah Karangmoncol pada tahun 2026.
“Sebagai salah satu bentuk komitmen,keberpihakan dan mewujudkan keadilan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Purbalingga, maka Bupati bersama Pemkab Purbalingga berupaya untuk membangun seluruh wilayah Purbalingga tanpa terkecuali secara adil dan bertahap yang mendasarkan skala prioritas,” demikian sambutan Bupati.
Bupati menjelaskan, dari total Rp 3.700.000.000 tersebut, dialokasikan untuk pemeliharaan berkala sejumlah ruas strategis, yakni Jalan Karangmoncol–Rajawana sebesar Rp 1,8 miliar, Jalan Rajawana–Panusupan Rp 750 juta, Jalan Panusupan–Bojongsana Rp 750 juta, serta Jalan Tajug–Pekiringan Rp 400 juta.

“Anggaran yang telah dialokasikan tersebut diantaranya digunakan untuk kegiatan pemeliharaan berkala jalan Karangmoncol–Rajawana, Rajawana–Panusupan, Panusupan–Bojongsana, dan Tajug–Pekiringan,” tegasnya.
Tak hanya soal infrastruktur, Bupati juga menekankan pentingnya Tarawih Keliling sebagai ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai tradisi baik yang harus terus dilanjutkan.
“Kegiatan Tarawih Keliling ini adalah tradisi yang sangat baik. Selain dalam rangka memperkuat silaturahmi, melalui kegiatan ini juga menjadi sarana yang strategis untuk menampung aspirasi sekaligus untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi antara ulama, umat, dan umaro,” ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat menjadi fondasi penting pembangunan daerah.
“Sinergi antara umaro, ulama, dan masyarakat sangatlah penting dalam membangun Kabupaten Purbalingga. Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati memohon doa dan dukungan serta dibersamai dalam menjalankan tugas demi kesejahteraan masyarakat Purbalingga,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Karangmoncol Wahyudi Pamungkas melaporkan situasi wilayahnya dalam kondisi aman dan kondusif. Ia juga menyampaikan apresiasi atas program unggulan Alus Dalane yang telah merealisasikan pembangunan ruas Jalan Tunjungmuli–Majingklak.
“Atas nama masyarakat Tunjungmuli kami mengucapkan terima kasih atas terwujudnya program unggulan Alus Dalane untuk ruas Jalan Tunjungmuli–Majingklak, karena ruas tersebut merupakan urat nadi utama ekonomi di Kecamatan Karangmoncol,” ujarnya.
Selain itu, Desa Tunjungmuli juga mendapat tambahan infrastruktur melalui pembangunan jalan baru di Dusun II dari program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026. “Ini jadi kebahagiaan bagi masyarakat Tunjungmuli,” tambahnya.
Dalam sektor pemberdayaan ekonomi, program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Karangmoncol telah berjalan di 10 desa, menyisakan Desa Sirau yang masih mencari lokasi yang tepat. Sementara untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah berdiri empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 9.400 penerima manfaat.

Pemerintah kecamatan juga berinisiatif membangun kerja sama antara BUMDes, KDKMP, dan SPPG agar program MBG tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi desa.
Seperti biasa, momentum tarling juga jadi ajang penyerahan bantuan kepada masyarakat dari Pemkab Purbalingga, Kemenag, PMI dan Baznas. Bantuan berupa genset, uang tunai, bantuan pangan, peralatan dan sebagainya.(Gn/Prokompim)




Recent Comments