BOYOLALI – Sebanyak 269 calon jemaah calon haji asal Purbalingga yang tergabung dalam Kloter SOC 68 tiba di Embarkasi Solo, Donohudan, Kabupaten Boyolali, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kedatangan para jemaah disambut langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani yang dijadwalkan melepas keberangkatan Kloter 68 dan Kloter 69 di Embarkasi Solo.
Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga tahun 2026 mencapai 566 orang. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok terbang, yakni Kloter 68 sebanyak 269 jemaah, Kloter 69 sebanyak 290 jemaah, serta tujuh jemaah lainnya yang tergabung dalam Kloter 14, 72, 73, dan 75. Selain itu, Kabupaten Purbalingga juga memberangkatkan tiga Petugas Haji Daerah (PHD) untuk mendampingi dan membantu pelayanan jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dimas didampingi istrinya, Denita Dimas Prasetyahani, menyempatkan diri menyapa satu per satu calon jemaah, terutama para lansia. Ia memberikan dukungan moril sekaligus berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah dan Indonesia selama berada di Tanah Suci.
“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujar Dimas.

Ia juga menitipkan kepada para pendamping dan ketua kloter agar memberikan perhatian lebih kepada jemaah lanjut usia maupun jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus, sehingga seluruh jemaah dapat memperoleh pelayanan terbaik dan menjalankan ibadah dengan nyaman.
Menurutnya, kondisi fisik menjadi faktor penting selama pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung sekitar 40 hari. Karena itu, para jemaah diminta menjaga stamina sejak awal keberangkatan.
“Fokus pada ibadah saja, tidak usah memikirkan urusan duniawi sehingga bisa lebih khusyuk menjalankan ibadah. Utamakan keselamatan diri, jiwa, dan ibadah. Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umroh Purbalingga Ani Mufarokhakh menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menerapkan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat. Kementerian Agama bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan evaluasi ulang kondisi kesehatan jemaah menjelang keberangkatan.
“Empat belas hari sebelum masuk Donohudan, tim kesehatan melakukan evaluasi ulang terhadap kondisi masing-masing jemaah. Tahun ini aturannya memang lebih ketat,” ujarnya.
Salah satu calon jemaah haji asal Kecamatan Mrebet, Dasiman, mengaku bersyukur akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya setelah menunggu selama 14 tahun sejak mendaftar pada 2012.
“Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat tahun ini bersama istri. Sudah lama menunggu dan semoga diberi kesehatan sampai pulang nanti,” ungkapnya.(tha/prokompim)




Recent Comments