PURBALINGGA – Pelaksanaan TMMD Reguler Ke-128 Tahun 2026 di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, menunjukkan progres menggembirakan. Program yang telah dimulai sejak 22 April 2026 tersebut kini telah mencapai 80 persen dan mendapat apresiasi dari Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan, Senin (12/5/2026).
Tim Wasev yang dipimpin Kolonel Kaveleri Zubaedi didampingi Kolonel Infanteri Erwin Ekagita Yuana dan Letkol Infanteri Sapto Broto meninjau sejumlah sasaran fisik TMMD, mulai dari pembangunan jalan, drainase, talud hingga jembatan penghubung antarwilayah.
“Program TMMD kali ini secara administrasi dan fisik meyakinkan telah berjalan sesuai rencana,” kata Kolonel (Kav), Zubaedi usai melakukan peninjauan.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat yang dinilai mampu mendorong pelaksanaan program berjalan sesuai target. Kegiatan TMMD kali ini didukung oleh anggaran yang memadai yakni Rp 800 juta dari APBD Purbalingga, Rp 200 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan dukungan operasional Rp 338 juta dari Mabes TNI AD.

“Diharapkan nanti tanggal 21 Mei 2026 bisa ditutup dengan hasil selesai 100 persen, bahkan beberapa tadi juga ada over prestasi atau melampaui target. Selain itu kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, pertanian, dan narkoba juga berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan, kekuatan utama TMMD terletak pada semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa. Menurutnya, nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Roh TMMD adalah kebersamaan TNI dan rakyat dalam membangun desa. Semangat gotong royong ini diharapkan terus tumbuh dan berkembang meskipun kegiatan TMMD nantinya telah selesai,” ujarnya.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani yang hadir mewakili Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI atas kontribusi nyata melalui program TMMD. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan sosial dan penyuluhan.Selain pembangunan jalan dan pembenahan jembatan menuju Desa Ponjen, TMMD juga melaksanakan pemugaran 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga hasil pembangunan dari TMMD ini sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sekarang, tetapi juga pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria menjelaskan sasaran fisik TMMD kali ini berupa pembangunan jalan sepanjang 1.173 meter lengkap dengan saluran drainase, talud, dan gorong-gorong. Ia optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu.
“Progres hingga hari ini secara umum sudah 80 persen. Pengaspalan jalan sudah kami siapkan. Insya Allah mulai besok sudah bisa dilakukan sampai lima hari ke depan,” ujarnya.
Selain sasaran utama, Kodim 0702/Purbalingga juga mengerjakan pembangunan tambahan berupa Jembatan Aramco yang merupakan program Presiden melalui KASAD. Jembatan tersebut akan menjadi akses strategis penghubung Desa Krangean dan Desa Ponjen di wilayah Kecamatan Kertanegara dan Karanganyar.
“Ini sangat menunjang akses dua kecamatan untuk sekolah maupun perekonomian masyarakat sehingga diharapkan kesejahteraan warga ikut meningkat,” katanya.(Gn/Prokompim)




Recent Comments