PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar Acara Penerimaan Kembali Jemaah Haji Kabupaten Purbalingga Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Dipokusumo, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian fasilitasi penyelenggaraan ibadah haji oleh Pemkab Purbalingga, mulai dari pelepasan simbolis calon jemaah pada April lalu hingga penjemputan setelah kembali dari Tanah Suci.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga, Suroto, melaporkan jumlah jemaah haji Kabupaten Purbalingga tahun 1447 H sebanyak 563 orang. “Alhamdulillah seluruh jemaah telah kembali ke Purbalingga pada 25 Juni 2026 dalam keadaan selamat, sehat, dan bahagia,” ujarnya.
Suroto juga menyampaikan masih terdapat satu calon jemaah haji yang tertunda keberangkatannya tahun ini, yakni Kuntjoro Soewito, warga Desa Kalikajar. Selain itu, dua jemaah haji asal Purbalingga wafat saat menunaikan ibadah di Tanah Suci, yaitu Santosa Partowiyono (65), warga Kelurahan Penambongan, dan Sunarti Muchraji Ahmad Sarbini (73), warga Desa Panican.

Menurutnya, penerimaan kembali jemaah haji merupakan bagian dari rangkaian pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Purbalingga sejak pemberangkatan hingga kepulangan jemaah.”Ini merupakan fase penerimaan kembali setelah sebelumnya dilakukan pelepasan menuju Asrama Haji Donohudan untuk diberangkatan ke Tanah Suci, hingga penjemputan kembali dari Donohudan ke Purbalingga,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp704.769.000 untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.
Mewakili para jemaah, Sarifudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Kementerian Haji, dan seluruh petugas yang telah memberikan pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Purbalingga yang telah memberikan berbagai fasilitas, mulai dari jaket, transportasi Purbalingga–Donohudan hingga bingkisan yang sangat berkesan. Kami juga menyaksikan sendiri totalitas para petugas dalam melayani tamu-tamu Allah,” katanya.
Ia mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kemabruran haji dengan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.”Perjalanan haji bukanlah perjalanan wisata, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan ketulusan niat, kesabaran, dan pengorbanan. Semoga kita semua menjadi haji mabrur dan mabrurah yang mampu menebarkan virus kebaikan bagi keluarga, masyarakat Purbalingga, dan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sekaligus mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah yang telah kembali ke daerah beberapa waktu lalu. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada dua jemaah yang wafat di Tanah Suci.
“Kepada almarhum dan almarhumah yang wafat di Tanah Suci, semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, termasuk ibadah hajinya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan dan fasilitasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Purbalingga selama proses pemberangkatan maupun penjemputan masih belum sepenuhnya memenuhi harapan para jemaah.

“Bagi saya, yang utama bukan acara seremoninya, bukan bertemu bupatinya, tetapi apa yang benar-benar dibutuhkan oleh jemaah haji, apa yang menjadi prioritas mereka, dan hal-hal apa saja yang belum bisa kami penuhi. Mudah-mudahan itu semua bisa kami lengkapi pada penyelenggaraan haji tahun depan,” tegas Bupati.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari Kementerian Haji, panitia, petugas pendamping, tenaga kesehatan hingga seluruh unsur yang terlibat. Bupati juga mengajak para jemaah untuk aktif dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bidang keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di Kabupaten Purbalingga.
Dalam tausiyahnya, H Karsono menyampaikan bahwa predikat haji mabrur harus tercermin melalui perubahan sikap setelah kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, tanda-tanda haji mabrur antara lain meningkatnya kepedulian sosial melalui gemar berbagi dan bersedekah, mampu menebarkan kedamaian di lingkungan sekitar, serta semakin meningkat kualitas ibadah kepada Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Aqshol Madinah Majapura, KH Sahal Abdullah, sebagai ungkapan syukur atas selesainya rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.(Gn/Prokompim)




Recent Comments