PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) agar tidak sekadar menjalankan rutinitas kerja dan memenuhi absensi, tetapi mampu menghasilkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina Apel Kerja Pagi Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Senin (20/7/2026), di halaman Dindikbud.
Bupati menegaskan bahwa budaya kerja ASN harus berorientasi pada produktivitas, tanggung jawab, serta hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Menurutnya, penilaian terhadap ASN tidak cukup didasarkan pada tingkat kehadiran, melainkan pada output dan outcome yang dihasilkan.
“Bangun budaya kerja yang disiplin dan produktif, tidak hanya diukur absensi. Jangan sampai kesan ‘ASN absen, pulang, ngopi, sore absen lagi’ ini muncul. Mari kita hilangkan dengan ‘datang dengan semangat berkarya, bekerja, dan pulang membawa hasil’,” tegas Bupati Fahmi.
Ia mengajak seluruh ASN memanfaatkan setiap waktu kerja untuk memberikan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat. Selama dilakukan demi kepentingan pelayanan publik, Bupati mendorong setiap pegawai berani mengambil inisiatif dan menghadirkan inovasi, meski dimulai dari langkah-langkah sederhana.

Selain membangun budaya kerja yang produktif, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas. Menurutnya, ASN di lingkungan pendidikan harus menjadi teladan moral karena setiap sikap dan perilaku akan menjadi contoh bagi peserta didik.
“Yang saya lihat dari ASN adalah kinerja, output dan outcome yang bisa diberikan masing-masing ASN. Amanah dan integritas, karena banyak sekali godaan, jangan neko-neko dan melakukan hal-hal yang mencederai institusi,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati juga meminta seluruh jajaran Dindikbud menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi. Sekitar tujuh ribu ASN di lingkungan Dindikbud, katanya, harus bergerak dalam satu visi untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga.
Bupati juga mengingatkan agar setiap program dan kegiatan di lingkungan Dindikbud tidak berhenti pada aspek seremonial. Ia meminta seluruh jajaran memastikan setiap rapat, kegiatan, maupun program memiliki tujuan yang jelas serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya selama menjadi bupati tidak suka acara yang hanya seremonial. Ketika selesai sudah lupa, tidak ada dampak dan tidak ada tindak lanjut. Pastikan setiap rapat, acara, dan kegiatan bersifat substantif, punya tujuan serta output dan outcome yang jelas,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi kemajuan daerah. Oleh karena itu, setiap program yang dijalankan Dindikbud harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas generasi muda, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Tolong jadikan pendidikan sebagai fondasi kemajuan di Purbalingga. Salah satu perhatian saya sebagai bupati adalah pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan adalah investasi besar bagi kemajuan Purbalingga,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati Fahmi juga mengajak seluruh ASN Dindikbud mendukung Gerakan Sepatu Sejuta Harapan yang akan diperluas menjadi gerakan gotong royong masyarakat mulai Oktober 2026 hingga 2027 sebagai bentuk kepedulian untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak Purbalingga.
Mengakhiri arahannya, Bupati berharap Dindikbud menjadi contoh budaya kerja yang disiplin, adaptif, kolaboratif, dan inovatif sehingga mampu melahirkan generasi Purbalingga yang cerdas, berkarakter dan berbudaya.(Gn/Prokompim)




Recent Comments