PURBALINGGA – Kepedulian Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif kepada masyarakat tidak berhenti pada penyerahan bantuan sembako. Seusai menyerahkan 135 paket sembako di Balai Desa Buara, Kecamatan Karanganyar, Jumat (4/9/2026), Fahmi turun langsung mengunjungi sejumlah warga rentan untuk mendengar kondisi sekaligus melihat kebutuhan mereka.
Tiga warga menjadi sasaran kunjungan Bupati, yakni Muslihun Khotib (70) bersama istrinya Yatini (65), Muheni Darsun (60) bersama istrinya Darsiyah (58), serta Sukini, warga lanjut usia yang tinggal seorang diri dan selama ini dirawat keponakannya, Susanti.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kepedulian pribadi Bupati Fahmi melalui gaji dan tunjangannya. Kepada masing-masing warga, Bupati memberikan bantuan uang dan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di kediaman Muslihun dan Yatini, Fahmi melihat langsung kondisi keluarga yang hidup sederhana di rumah semi permanen. Muslihun mengalami stroke dan lebih banyak terbaring di tempat tidur, sementara Yatini sehari-hari merawat suaminya sekaligus berjualan makanan ringan.
Bupati meminta agar kondisi keluarga tersebut tidak hanya dibantu secara langsung, tetapi juga diupayakan memperoleh dukungan program pemerintah. Pemerintah daerah tengah mengusulkan bantuan Orang dengan Kedisabilitasan Berat (ODKB) sebesar Rp300 ribu per bulan serta Program Keluarga Harapan (PKH). Kondisi rumahnya juga akan diupayakan memperoleh bantuan perbaikan melalui BSPS maupun program RTLH.

“Yang penting seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, ikut mengawal agar bantuan yang diusulkan ini benar-benar bisa diterima. Kita ingin kebutuhan mereka ke depan bisa lebih terbantu,” kata Bupati Fahmi.
Selanjutnya, Bupati mengunjungi Muheni Darsun yang mengalami penyakit menahun dan memiliki riwayat beberapa kali terjatuh saat bekerja sebagai penderes. Kondisinya semakin membutuhkan perhatian karena kepesertaan BPJS saat ini tidak aktif dan keluarganya belum memperoleh bantuan sosial akibat persoalan data kependudukan berupa NIK ganda atau invalid.
Bupati meminta agar persoalan administrasi tersebut segera dikawal hingga tuntas sehingga Muheni dapat kembali memperoleh fasilitas kesehatan dan berpeluang mendapatkan bantuan sosial seperti PKH.“Jangan sampai persoalan data kependudukan membuat masyarakat yang membutuhkan justru tidak bisa mendapatkan hak pelayanan dan bantuan. Ini harus dikawal bersama sampai selesai,” ujarnya.
Sementara itu, kunjungan berikutnya dilakukan kepada Sukini, lansia yang tinggal seorang diri tanpa anak. Sukini tinggal di rumah semi permanen dan selama ini mendapat perawatan dari keponakannya, Susanti. Ia telah menerima sejumlah bantuan, salah satunya PKH lansia sebesar Rp 1,2 juta per 3 bulan.
Bupati Fahmi berpesan agar Sukini dirawat dengan baik dan bantuan yang telah diterima dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau masih belum mencukupi, jangan ragu untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kabupaten,” imbuhnya.
Selain persoalan kesejahteraan, Fahmi juga meminta Puskesmas setempat terus memantau kondisi kesehatan warga rentan tersebut.(Gn/Prokompim)




Recent Comments