PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mendorong batik lokal naik kelas dan dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi hingga pasar nasional dan internasional. Hal itu disampaikan Fahmi saat menghadiri Gebyar Merdeka UMKM 2026 di Pendapa Dipokusumo, Purbalingga, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Purbalingga.
Salah satu agenda kegiatan adalah sesi success story bersama owner Batik Trusmi Cirebon, Sally Giovanny, yang berbagi pengalaman membangun batik Trusmi hingga menjadi merek sekaligus ikon daerah yang dikenal luas. Menurut Fahmi, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi perajin batik Purbalingga, terutama dalam membangun brand, mengemas cerita produk, dan membaca kebutuhan pasar.
“Kita harus bisa membuat produk yang fit to market, yakni produk yang dibutuhkan masyarakat. Produk harus dikenalkan dan di-branding sehingga relevan dengan kebutuhan, menjadi tren, dan disukai masyarakat,” kata Fahmi.

Ia menilai batik Purbalingga memiliki potensi besar karena tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai historis dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, nilai tersebut harus dipertahankan sekaligus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Batik ini harus menjadi ikon dan trendsetter. Ketika memakai batik, harus menjadi kebanggaan,” ujarnya.
Fahmi mengatakan Pemkab Purbalingga siap mendampingi dan berkolaborasi dengan para perajin untuk meningkatkan kualitas, melakukan kurasi, memperkuat branding, serta mengemas cerita di balik produk agar memiliki daya tarik dan daya saing.
Ia berharap batik Purbalingga tidak berhenti sebagai pakaian yang digunakan oleh instansi dan ASN, tetapi berkembang menjadi produk unggulan yang dipasarkan lebih luas.
“Kami Pemkab siap mendampingi dan berkolaborasi dengan para pengrajin dengan berbagai potensi yang dimiliki, yang bisa ditingkatkan dan dikurasi sehingga menjadi komoditas unggulan Purbalingga,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Purbalingga Agung Widiarto mengatakan Gebyar Merdeka UMKM 2026 menjadi momentum akselerasi dan kolaborasi pengembangan UMKM.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan pelaku UMKM, dunia usaha, perusahaan, dan BUMD. Dalam kesempatan itu, Pemkab Purbalingga juga menyerahkan hibah senilai total Rp 1,531 miliar kepada 103 pelaku usaha, serta sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan sertifikat halal.
“Ini menjadi momentum untuk akselerasi dan kolaborasi pengembangan UMKM Purbalingga,” kata Agung.
Menurut dia, dukungan pemerintah diharapkan memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
“Pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan akselerasi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia usaha, dan berbagai pihak,” ujarnya.(tha/prokompim)




Recent Comments