PURBALINGGA – Kegiatan Amaliyah Ramadhan 1447 H berupa Tarawih Keliling (Tarling) Pemerintah Kabupaten Purbalingga putaran ke-9 sekaligus terakhir digelar di Masjid Jami Baiturrohman, Kelurahan Wirasana, Kecamatan Purbalingga. Dalam kesempatan tersebut disampaikan berbagai pesan pembangunan, persatuan umat, serta dukungan terhadap program pemerintah daerah dan pusat.
Camat Purbalingga, Yuni Rahayu, mengusulkan program peningkatan kualitas infrastruktur tidak hanya menyentuh jalan kabupaten, tetapi juga jalan lingkungan di wilayah kelurahan.
“Kami berharap Pemkab Purbalingga juga dapat mendukung peningkatan jalan lingkungan di kelurahan dengan semangat Alus Setapake Kepenak Liwate, sehingga mobilitas masyarakat semakin nyaman,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang digelar di wilayah perkotaan selama Ramadan, seperti Ramadhan Light Festival, Ramadhan Food Festival, Car Free Night, dan Car Free Day yang dinilai mampu menggembirakan masyarakat Kecamatan Purbalingga.
Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Suroto, menyampaikan bahwa kegiatan Tarling merupakan agenda tahunan yang memiliki makna penting dalam mempererat hubungan antara ulama, umaro, dan masyarakat.
“Tarawih keliling ini bukan sekadar ibadah bersama, tetapi juga momentum untuk merekatkan persaudaraan antara ulama, umaro, dan umat,” kata Suroto.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun pertama pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, sejumlah program pembangunan mulai dirasakan masyarakat, khususnya melalui tagline pembangunan “Alus Dalane” yang fokus pada perbaikan jalan dan jembatan.
Berdasarkan data Bagian Administrasi Pembangunan Setda, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengalokasikan anggaran kegiatan fisik di Kecamatan Purbalingga sebesar Rp10,05 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan, drainase, serta jalan usaha tani di sejumlah kelurahan. Beberapa proyek strategis di antaranya pemeliharaan berkala Jalan Letjen MT Haryono sebesar Rp3,2 miliar, Jalan Jenderal Soedirman Timur Rp1 miliar, Jalan Letjen S. Parman lanjutan Rp1,3 miliar, serta Jalan Brobot–Wirasana Rp1,15 miliar. Selain itu juga terdapat pembangunan jalan usaha tani di Bancar dan Kedungmenjangan serta berbagai peningkatan jalan lingkungan di sejumlah kelurahan.

Suroto juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dalam kehidupan beragama, terutama terkait kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri.
“Perbedaan penentuan hari raya tidak perlu dipermasalahkan. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Alun-alun Purbalingga telah disiapkan sebagai lokasi salat Idulfitri untuk mengakomodasi kemungkinan perbedaan waktu pelaksanaan, baik pada Jumat 20 Maret 2026 maupun Sabtu 21 Maret 2026.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan kebutuhan pokok saat ini masih terjamin.
Di akhir kegiatan, rombongan Tarling Pemkab Purbalingga bersama Kementerian Agama, Baznas, dan PMI turut menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat setempat. Bantuan tersebut antara lain berupa genset, alat pertanian, alat bantu disabilitas, bantuan uang tunai, perlengkapan kebersihan masjid, peralatan olahraga pemuda, paket sembako, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.
“Mari jadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya,” pungkas Suroto.
(Gn/Prokompim)




Recent Comments