PURBALINGGA – Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif atau Bunda Hani, meluncurkan tiga buku cerita anak karyanya sekaligus mendonasikan 240 buku kepada pendidik PAUD untuk mendorong budaya membaca sejak dini. Peluncuran berlangsung dalam pembukaan Festival Literasi Kabupaten Purbalingga 2026 di halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Purbalingga, Kamis (8/10/2026).
Tiga buku yang diluncurkan berjudul Fatih Punya Banyak Teman, Khalisha dan Pohon Kecil, serta Kayla Berani Bermimpi. Sebanyak 240 buku didonasikan kepada Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Purbalingga, masing-masing sebanyak 120 buku.
Bunda Hani mengatakan, buku-buku tersebut mengangkat cerita sederhana dengan latar dan kearifan lokal Purbalingga agar lebih dekat dengan kehidupan anak-anak.
“Ketiga cerita buku ini saya ambil dari cerita khas lokal Purbalingga yang saya tulis sendiri, dibantu ilustrator dari orang Purbalingga langsung. Cerita ini tidak sekadar buku cerita biasa, tetapi lokasinya saya angkat di Alun-alun Purbalingga, Goa Lawa, dan makanan khas ondol-ondol, jadi anak-anak bisa langsung berimajinasi,” kata Bunda Hani.
Menurutnya, buku cerita juga dapat menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Karena itu, ia menginisiasi gerakan SACIBU atau Satu Anak, Satu Cerita, Satu Buku, sekaligus mengajak keluarga membiasakan membaca bersama.
“Ini bukan sekadar buku, tapi membuka jendela kecil untuk anak-anak kita menuju dunia imajinasi agar gemar membaca,” ungkapnya.
Bunda Hani berharap budaya membaca tumbuh melalui lingkungan yang ramah buku dan ramah anak, dimulai dari satuan PAUD dengan menghadirkan pojok baca. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menyediakan ruang baca di tempat-tempat yang dekat dengan anak dan keluarga.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyambut peluncuran buku tersebut sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat literasi sejak usia dini. Ia berharap buku-buku itu dapat dimanfaatkan guru dan anak-anak untuk menghidupkan kembali budaya bercerita sekaligus mengenalkan lingkungan lokal Purbalingga.
“Semoga buku-buku ini menjadi tambahan referensi bagi para guru PAUD dan anak-anak kita untuk menghidupkan kembali budaya storytelling, sekaligus mengenalkan kearifan dan lingkungan lokal Purbalingga kepada anak-anak kita,” kata Fahmi.
Bupati juga menekankan bahwa menumbuhkan minat baca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku, tetapi perlu disertai keteladanan dari orang dewasa. Anak-anak akan lebih mudah tertarik membaca ketika melihat kebiasaan serupa di lingkungan keluarga.
“Sebanyak apa pun buku yang kita miliki, sebesar apa pun kita mendorong dan memotivasi anak untuk membaca, jika kita tidak menunjukkan ketertarikan untuk membaca, maka anak-anak kita dan anak-anak di sekitar kita tidak akan mungkin tertarik untuk membaca,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan hibah sebesar Rp200 juta untuk 20 satuan PAUD di Kabupaten Purbalingga. Dukungan tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas layanan PAUD dan memperluas kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan yang menyenangkan sejak dini.(Gn/Prokompim)




Recent Comments