TRENDING:

Video pedoman penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung...
Tak Ambil Gaji, Bupati Fahmi Salurkan Untuk Kelompok ya...
Audiensi Politeknik Madyathika, Bupati Tiwi Ajak Kolabo...
setda.purbalinggakab.go.id
  • Beranda
  • Profil
    • VISI & MISI
  • Asisten Pemerintahan & Kesra
    • Bagian Pemerintahan
    • Bagian Hukum
    • Bagian Kesra
  • Asisten Perekonomian & Pembangunan
    • Bagian Perekonomian dan SDA
    • Bagian Administrasi Pembangunan
    • Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
  • Asisten Administrasi Umum
    • Bagian Organisasi
    • Bagian Umum
    • Bagian Prokopim
  • Staf Ahli
  • Berita
  • Sakip
    • Perencanaan
    • Pengukuran
    • Pelaporan
    • Evaluasi
  • Pelayanan Publik
    • Jenis Layanan
      • Bag.Prokompim
      • Bag.Organisasi
      • Bag.Kesra
      • Bag.Hukum
      • Bag.PBJ
      • Bag.Umum
    • Maklumat Pelayanan
    • Indeks Kepuasan Masyarakat
      • Nilai IKM
    • Pengaduan Masyarakat
  • FAQ

Select Page

Larwasda Jateng Tekankan Pencegahan Korupsi, Keterbukaan dan Kualitas Pelayanan Publik

Posted by humas setda | Nov 3, 2026 | Bagian Humas, Berita | 0 |

Larwasda Jateng Tekankan Pencegahan Korupsi, Keterbukaan dan Kualitas Pelayanan Publik

SEMARANG – Pencegahan korupsi perlu dimulai sejak tahap perencanaan, disertai pengawasan yang berkelanjutan dan pelayanan publik yang transparan. Hal tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) yang diselenggarakan Inspektorat Provinsi Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (3/11/2026).

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani turut menghadiri kegiatan yang mengusung tema Deteksi Dini dan Early Warning System Pencegahan Korupsi Terintegrasi tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, fungsi pengawasan diperlukan untuk memitigasi risiko sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Fungsi pengawasan ini kita laksanakan agar kita lakukan mitigasi dari mulai proses perencanaan operasional sampai pengawasan dari kegiatan di wilayah Pemprov sampai Kabupaten/kota,” kata Ahmad Luthfi.

Kegiatan ini diikuti para kepala daerah dan wakil kepala daerah, BPK, BPKP, Inspektorat Provinsi serta Inspektorat Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Larwasda menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jawa Tengah Siti Farida, Komisioner Komisi Informasi Publik Provinsi Jawa Tengah Ermy Sri Ardhyanti, serta Plt. Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah III KPK Imam Turmudhi.

Dari sisi pelayanan publik, Siti Farida mengungkapkan bahwa Ombudsman mengawasi 300 pelayanan publik yang populer dan 2.700 pelayanan publik yang kurang populer. Ia mengingatkan kepala daerah agar serius menindaklanjuti pengaduan masyarakat dan melaksanakan rekomendasi Ombudsman.

Sesuai Pasal 351 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah wajib menindaklanjuti dan melaksanakan rekomendasi Ombudsman. Siti mengingatkan adanya konsekuensi pembinaan khusus dari Kemendagri apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Monggo, jaga betul bapak ibu kepala daerah supaya jangan sampai terkena pasal 351,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa sebagian besar pengaduan berkaitan dengan pelayanan dasar. Karena itu, persoalan yang diadukan perlu segera ditindaklanjuti agar tidak berdampak pada kualitas pelayanan selanjutnya yang tentu semakin sulit mengentaskan kemiskinan.

Sementara itu, Ermy Sri Ardhyanti menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dalam membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik sulit diraih apabila penyelenggaraan pemerintahan tidak terbuka.

Ia memaparkan, sekitar 50 persen dari 7.809 desa belum memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Selain itu, desa menjadi termohon terbanyak dalam sengketa informasi, yakni sebesar 62,6 persen.

Dari perspektif pencegahan korupsi, Imam Turmudhi menjelaskan bahwa korupsi dapat dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kesempatan dan tekanan finansial, termasuk tingginya biaya politik serta peningkatan gaya hidup setelah menjabat.

“Jadi tekanan-tekanan inilah yang membuat perilaku kita yang awalnya tidak mau korupsi menjadi berpikir untuk melakukan korupsi,” katanya.

Imam juga mengingatkan bahwa korupsi berkaitan erat dengan iklim investasi daerah. Persepsi korupsi yang buruk dapat menimbulkan ketidakpercayaan investor, termasuk kekhawatiran terhadap pungutan tidak resmi yang berpotensi menghambat penanaman modal.

“Ini sangat diperhatikan oleh investor-investor sana khususnya di luar negeri,” ujarnya.

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menegaskan pentingnya menjadikan pengawasan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Pengawasan bukan sekadar mencari kekurangan, tetapi menjadi pengingat agar setiap amanah dijalankan secara transparan, bertanggung jawab, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(Gn/Prokompim)

Share:

Rate:

PreviousPurbalingga Catat 52 Kejadian Bencana, Istighosah Hari Santri Jadi Momentum Doa dan Kewaspadaan
NextBupati Fahmi Lantik 4.325 Pramuka Garuda, Dorong Jadi Teladan dan Penggerak Masyarakat

About The Author

humas setda

humas setda

Related Posts

Tasyakuran Selesainya Jembatan Wirasana – Kalikajar, Bupati Tiwi Agendakan Penyempurnaan Akses

Tasyakuran Selesainya Jembatan Wirasana – Kalikajar, Bupati Tiwi Agendakan Penyempurnaan Akses

March 5, 2024

<em>3 Tahun Tiwi-Dono : Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Terus Meningkat</em>

3 Tahun Tiwi-Dono : Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Terus Meningkat

March 2, 2024

Gebyar Merdeka UMKM 2026, Bupati Fahmi Ingin Batik Purbalingga Naik Kelas

Gebyar Merdeka UMKM 2026, Bupati Fahmi Ingin Batik Purbalingga Naik Kelas

August 8, 2026

Bela Negara di Era Modern, Wabup Dimas Tekankan Disiplin dan Ketangguhan Bangsa

Bela Negara di Era Modern, Wabup Dimas Tekankan Disiplin dan Ketangguhan Bangsa

December 23, 2025

Leave a reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS feed: Berita Purbalingga Berita Purbalingga

  • Dinkominfo Purbalingga Ajak Remaja Kenali Ancaman di Ruang Digital
  • Elektrifikasi Penggilingan Padi di Purbalingga Hemat Biaya Operasional hingga 50 Persen
  • Purbalingga Dorong Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa
  • Purbalingga Cetak Sejarah, Raih 14 Emas dan Tembus 20 Besar Porprov Jateng 2026
  • Griya Petualang Indonesia di Purbalingga Raih Juara Pertama SATU Indonesia Awards 2026

Recent Posts

  • Kendalikan Inflasi Pangan, Purbalingga Perkuat Sinergi dengan Daerah se-Jateng
  • Purbalingga Raih Nilai 96,70, Mantapkan Keterbukaan Informasi   
  • Bupati Fahmi Lantik 4.325 Pramuka Garuda, Dorong Jadi Teladan dan Penggerak Masyarakat
  • Larwasda Jateng Tekankan Pencegahan Korupsi, Keterbukaan dan Kualitas Pelayanan Publik
  • Purbalingga Catat 52 Kejadian Bencana, Istighosah Hari Santri Jadi Momentum Doa dan Kewaspadaan

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Layanan Pengadaan Secara Elektronik

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan

Portal Informasi Kerajinan

Recent Comments

  • Kamaludin on Tak Ambil Gaji, Bupati Fahmi Salurkan Untuk Kelompok yang Membutuhkan
  • WHR. on Audiensi Politeknik Madyathika, Bupati Tiwi Ajak Kolaborasi Bangun Purbalingga
  • tel u on Sekda : Tak Hanya Militer, Bela Negara Berlaku Semua Lapisan Masyarakat
  • tel u on Pemkab Purbalingga Kirim 6 Program untuk Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023
  • Dwi Iswanti R. on 5000 Bibit Pohon Ditanam di Daerah Rawan Longsor Desa Siwarak

Designed by Elegant Themes | Powered by WordPress