PURBALINGGA–Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Purbalingga melantik 4.325 anggota Pramuka Garuda dari golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak di Alun-alun Purbalingga (4/11/2026). Pelantikan disaksikan oleh Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah Zulkifli.
Ia meminta para anggota yang telah mencapai tingkatan tertinggi dalam kepramukaan tersebut tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi mampu menjadi teladan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pencapaian ini bukan sekadar simbol atau kebanggaan pribadi, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan bangsa,” kata Fahmi.
Menurut dia, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Kualitas anggota Pramuka akan turut menentukan besarnya kontribusi mereka terhadap lingkungan dan masyarakat.

Karena itu, Kak Fahmi mendorong seluruh anggota Pramuka di Purbalingga terus meningkatkan kompetensi sesuai minat dan bakat masing-masing. Anggota Siaga diharapkan membangun kebiasaan baik, Penggalang mengembangkan kemandirian dan kreativitas, sedangkan Penegak harus memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta keberanian memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
Sekretaris Kwarcab Purbalingga Sasno melaporkan, jumlah calon Pramuka Garuda yang dipersiapkan untuk pelantikan tahun 2026 mencapai 4.325 orang. Mereka terdiri atas 2.618 Pramuka Siaga, 1.493 Pramuka Penggalang, dan 214 Pramuka Penegak yang berasal dari gugus depan di 18 kwartir ranting se-Kabupaten Purbalingga.
Dikatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 3.646 anggota. Peningkatan ini menunjukkan perkembangan pembinaan kepramukaan di Purbalingga. Lebih lanjut ia menjelaskan, para calon Pramuka Garuda telah melalui enam tahapan, mulai dari sosialisasi dan koordinasi, pembinaan, pemenuhan persyaratan, penilaian dan pengujian, verifikasi dan penetapan, hingga pelantikan.

“Keberhasilan mencetak Pramuka Garuda tidak dapat dilakukan oleh Kwartir Cabang sendiri. Dibutuhkan dukungan dan sinergi pemerintah daerah, kwartir, satuan pendidikan, gugus depan, pembina, orang tua, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak,” katanya. (tha/prokompim)




Recent Comments