PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan atlet disabilitas melalui pelantikan pengurus Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Purbalingga masa bakti 2026–2030. Kegiatan tersebut digelar di OR Graha Adiguna, Rabu (15/4/2026).
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Tri Gunawan Setyadi hadir mewakili Bupati Purbalingga. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting dalam proses reorganisasi serta estafet kepemimpinan organisasi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, saya mengucapkan selamat kepada para pengurus SOIna Kabupaten Purbalingga yang baru saja dilantik. Kami yakin, dengan semangat kebersamaan, dedikasi, serta keikhlasan, saudara-saudara mampu menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan. Menurutnya, keberadaan SOIna memiliki peran strategis dalam menyediakan ruang, harapan, dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang melalui olahraga dan berbagai program pemberdayaan.
“SOIna bukan sekadar organisasi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang semakin inklusif. Kami berharap keberadaan SOIna dapat terus mendorong lahirnya kebijakan dan praktik pembangunan yang adil bagi semua,” tambahnya.
Pemkab Purbalingga, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan atlet disabilitas. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan membangun kualitas sumber daya manusia tanpa terkecuali.
Ketua SOIna Kabupaten Purbalingga yang baru dilantik, Tenny Juliawati, menyampaikan organisasi ini menjadi wadah bagi anak-anak dengan keterbatasan intelektual yang memiliki bakat dan potensi.
“Ini adalah amanah besar. Kami tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus bergandengan tangan dengan seluruh pengurus dan pihak terkait untuk mendukung anak-anak bertalenta ini,” ujarnya.
Berdasarkan data, di Kabupaten Purbalingga terdapat sekitar 9.581 penyandang disabilitas dari berbagai klasifikasi. Sementara data SOIna tahun 2022 mencatat sedikitnya 235 anak bertalenta khusus, termasuk di antaranya penyandang tuna grahita dan down syndrome.

Ia menambahkan, prestasi SOIna Purbalingga bukan hal baru. Di tingkat provinsi maupun nasional, para atlet telah menunjukkan capaian membanggakan, termasuk dalam ajang olahraga tingkat Jawa Tengah dan nasional.
“Ke depan, SOIna Purbalingga akan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, baik yang masih bersekolah maupun yang sudah lulus, agar memiliki ruang aktivitas, kepercayaan diri, serta kesempatan berkembang,” kata dia.
Sementara itu, perwakilan SOIna Jawa Tengah, Kristijani Kirana, berpesan agar pengurus menjalankan organisasi secara profesional dan tidak melanggar aturan hukum. Ia juga berharap SOIna Purbalingga dapat menjadi percontohan di tingkat provinsi maupun nasional.
“Marilah kita bergerak bersama, berkolaborasi, dan terus memberikan yang terbaik bagi anak-anak istimewa ini,” pungkasnya. (tha/prokompim)




Recent Comments