PURBALINGGA – Penantian warga Beji dan Kutasari selama lebih dari 10 tahun akhirnya berakhir. Ruas jalan yang selama ini dipenuhi lubang, hingga kerap dikeluhkan karena menghambat aktivitas dan membahayakan pengguna jalan, kini mulai diperbaiki melalui Program Alus Dalane 2026. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengalokasikan Rp 56 miliar dari APBD Kabupaten untuk menangani 77 ruas jalan kabupaten, termasuk Jalan Kutasari–Beji yang menjadi salah satu prioritas.
Bagi warga, dimulainya perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga jawaban atas harapan yang telah lama mereka sampaikan. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak mengganggu mobilitas masyarakat hingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
“Alhamdulillah, akhirnya jalan ini diperbaiki. Sudah lama kami menunggu. Semoga setelah bagus, aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar. Terima kasih Mas Bupati,” ujar Slamet, warga yang ditemui di lokasi pekerjaan.

Komitmen perbaikan tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dengan meninjau progres pekerjaan di ruas Jalan Kutasari–Beji, Selasa (14/7/2026). Peninjauan dilakukan bersamaan dengan pengecekan sejumlah proyek perbaikan jalan lainnya sebagai bagian dari pelaksanaan Program Alus Dalane 2026.
“Jalan Beji–Kutasari ini sudah lebih dari 10 tahun tidak tertangani. Alhamdulillah tahun ini bisa mulai kita perbaiki. Ini menunjukkan komitmen kami dalam memperbaiki infrastruktur jalan di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Fahmi menjelaskan, Program Alus Dalane akan terus dilaksanakan secara bertahap selama masa kepemimpinannya. Penentuan lokasi perbaikan didasarkan pada inventarisasi laporan dan aspirasi masyarakat mengenai kondisi jalan yang rusak.
“Memang belum semua ruas jalan bisa kami tangani sekaligus karena keterbatasan anggaran. Namun seluruh aspirasi masyarakat sudah kami inventarisasi dan akan menjadi prioritas penanganan secara bertahap. Tahun 2025 sebagian ruas sudah diperbaiki, tahun 2026 kita lanjutkan, dan mudah-mudahan dapat diteruskan pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Selain Jalan Kutasari–Beji, Bupati juga meninjau pekerjaan di sejumlah ruas lain, di antaranya Jalan Jenderal Soedirman (Timur)–S. Parman, MT Haryono, Kedungwuluh–Padamara, Candiwulan–Cendana, Walik–Bojongsari, dan Brobot–Wirasana. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026, dengan harapan dapat dilanjutkan melalui APBD Perubahan pada tahap berikutnya.

Di samping mengandalkan APBD, Pemkab Purbalingga juga mengupayakan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah untuk mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan strategis.
Fahmi mengapresiasi kesabaran masyarakat yang selama ini menunggu perbaikan jalan. Ia menegaskan, Program Alus Dalane merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Purbalingga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kesabarannya. Mohon maaf karena belum semua permasalahan jalan dapat diselesaikan sekaligus. Namun kami berkomitmen melanjutkan Program Alus Dalane agar semakin banyak jalan di Purbalingga yang menjadi baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(tha/prokompim)




Recent Comments