PURBALINGGA — Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon, menjadi lokasi pengambilan gambar film nasional Tamu Maghrib karya sutradara Jay Sukmo. Produksi yang berlangsung selama enam hari itu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga karena dinilai mampu mengangkat potensi daerah sekaligus membuka ruang belajar bagi insan perfilman lokal.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengatakan, Tamu Maghrib menghadirkan thriller psikologis berlatar budaya Banyumas Raya, bukan sekadar film horor.
“Alhamdulillah Purbalingga menjadi salah satu lokasi syuting. Kami berharap ada transfer pengetahuan dan teknologi produksi film dari tingkat nasional kepada para pelaku kreatif di daerah,” kata Dimas saat pembukaan produksi di Desa Pelumutan, Rabu (15/7/2026).

Ia berharap proses syuting berjalan lancar hingga film yang melibatkan talenta lokal tersebut sukses saat tayang di bioskop.
Produser Tamu Maghrib, Anggit Danurendra, mengatakan Desa Pelumutan dipilih karena masih memiliki rumah-rumah tradisional dan suasana pedesaan yang sesuai dengan latar cerita era 1990-an.
“Selain lokasi yang masih autentik, dialek dan budaya masyarakatnya juga sangat sesuai dengan skenario. Latar Banyumas, termasuk Purbalingga, juga masih jarang diangkat dalam film nasional,” ujarnya.
Film ini merupakan adaptasi dari film pendek viral Tamu Maghrib (2023). Dibintangi Masayu Anastasia dan Asri Welas, film produksi JSF Creative Studio tersebut mengangkat kisah perjuangan seorang ibu melawan ketakutan dan ketidakadilan dalam balutan thriller psikologis. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada akhir 2026 atau awal 2027. (hr-tha/prokompim)




Recent Comments