PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan. Menurutnya, pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus modernisasi yang dapat memengaruhi karakter generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Fahmi saat menghadiri Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat Tahun 2026 di Erhanesia Convention Centre, Purbalingga, Minggu (16/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Anggota Komisi XIII DPR RI H Rofik Hananto itu diikuti ratusan pelajar perwakilan SLTA di Purbalingga.
“Pancasila sangat dibutuhkan sebagai ideologi dan pedoman sehari-hari. Sehingga Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi betul-betul diresapi dan dipedomani oleh generasi muda sebagai generasi penerus,” ungkapnya.

Bupati Fahmi menilai kemajuan teknologi informasi membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Arus informasi yang begitu cepat dapat memengaruhi moral dan cara pandang apabila tidak diimbangi dengan nilai dan karakter yang kuat.
Karena itu, ia mendorong para pelajar tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan, termasuk melalui kepedulian sosial, gotong royong, serta upaya membangun masyarakat.
“Harapannya nilai-nilai Pancasila juga bisa dimanfaatkan masyarakat Purbalingga dalam hal kesejahteraan, sosial dan gotong royong dalam memajukan peradaban,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Fahmi juga menantang para pelajar untuk menjelaskan contoh implementasi Pancasila mulai sila pertama hingga sila kelima. Tantangan itu diberikan untuk menguji sejauh mana nilai-nilai Pancasila dipahami dan dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota Komisi XIII DPR RI H Rofik Hananto mengatakan generasi Z menjadi kelompok penting dalam penguatan nilai-nilai Pancasila. Mereka, kata dia, merupakan generasi yang akan meneruskan perjalanan bangsa di masa mendatang.Rofik berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi dan diskusi, tetapi menghasilkan langkah nyata di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan acara ini menjadi langkah awal mengembalikan Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia,” tuturnya.
Ia juga mendorong generasi muda menjadi motor penerapan nilai Pancasila, termasuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, generasi muda juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Kami berharap generasi muda menjadi motor penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu kebenarannya yang mengganggu persatuan dan kesatuan,” katanya.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana BPIP Dodi Setiawan. Materi dan diskusi menghadirkan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unsoed Hermawan Prasojo serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Purbalingga Much Umar Faozi.(Gn/Prokompim)




Recent Comments