PURBALINGGA – Komitmen Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif untuk mengembalikan gaji dan tunjangannya kepada masyarakat terus diwujudkan secara bertahap. Melalui program Satu Langkah Kepedulian, Berbagi untuk Bersama, Bupati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga Syahzani Fahmi Muhammad Hanif kembali menyalurkan 135 paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penyaluran bantuan sosial yang telah beberapa kali dilakukan menggunakan gaji dan tunjangan Bupati. Kali ini, Desa Binangun dipilih karena menjadi salah satu desa prioritas penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Purbalingga.
Bupati Fahmi mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan realisasi dari janji yang telah ia sampaikan sebelum menjabat sebagai bupati, yakni mengembalikan gaji dan tunjangannya agar dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Ini merupakan realisasi apa yang menjadi janji saya sejak sebelum menjabat bupati, bahwa gaji dan tunjangan yang saya terima akan kembali diserahkan kepada masyarakat untuk memberikan manfaat yang nyata,” ungkapnya.
Menurutnya, sebelum menjabat sebagai kepala daerah dirinya telah memiliki penghasilan yang mencukupi sebagai pengusaha. Karena itu, jabatan bupati dimaknainya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Jabatan bupati adalah sebagai pengabdian dan bhakti saya, bagaimana kehadiran saya bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Ia menegaskan, bantuan yang diberikan memang tidak besar, namun memiliki makna khusus karena berasal langsung dari gaji dan tunjangannya sebagai bupati.

“Meskipun tidak seberapa, karena ternyata gaji dan tunjangan bupati itu tidak banyak. Apa yang bisa diberikan maka akan saya berikan. Mungkin masalah tidak selesai hanya dengan bantuan ini, namun semoga bisa sedikit membantu apa yang bapak ibu butuhkan,” ujarnya.
Bupati Fahmi juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan akan terus diperluas melalui program Purbalingga Gotong Royong yang akan mulai berjalan pada Oktober 2026 dan berlanjut pada Januari 2027. Program tersebut akan melibatkan pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan.
“Nanti sembako akan lebih banyak, ada bantuan RTLH, jambanisasi, transport masyarakat pengidap penyakit katastropik, perlengkapan anak sekolah, hingga alat bantu disabilitas,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat turut mendoakan agar program tersebut berjalan lancar. Terlebih, Desa Binangun menjadi salah satu dari 14 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem di Purbalingga sehingga menjadi prioritas pemerintah daerah dalam penyaluran berbagai bantuan.
“Program saya berfokus pada yang dibutuhkan masyarakat dan punya dampak nyata,” tegas Bupati Fahmi.
Kepala Desa Binangun, Maksum, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bupati Purbalingga yang secara konsisten menyalurkan gaji dan tunjangannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Gaji dan tunjangan yang seharusnya menjadi hak bupati justru disalurkan kepada masyarakat. Kami senantiasa mendoakan agar Mas Bupati dan keluarga diberikan kesehatan, kemudahan rezeki, panjang umur, serta keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya.

Usai menyerahkan sembako, Bupati bersama rombongan juga menyambangi sejumlah warga kelompok rentan di Desa Binangun. Salah satunya adalah Tumiarji (80), seorang lansia sebatang kara yang selama ini masih menumpang mandi di rumah tetangganya. Bupati memastikan akan membantu pembangunan kamar mandi beserta akses air bersih, sekaligus menyerahkan bantuan sembako dan bantuan pribadi.
Kunjungan dilanjutkan ke rumah Wartini (65), penyintas stroke yang telah menjalani pengobatan sejak 2023. Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan membantu penyediaan kursi roda, walker, kasur, serta memastikan pelayanan kesehatan dari Puskesmas berjalan optimal. Perbaikan bagian atap rumah Wartini juga akan segera diupayakan agar lebih layak huni.
Bupati juga mengunjungi Rasminah (65), penyandang penyakit katastropik yang mengalami stroke, diabetes, gangguan penglihatan, dan tidak lagi mampu berjalan. Selain menyerahkan bantuan sembako dan bantuan pribadi, Fahmi memastikan Rasminah memperoleh pendampingan kesehatan dari Puskesmas serta bantuan tempat tidur untuk menunjang perawatan di rumah.(Gn/Prokompim)




Recent Comments