PURBALINGGA – Perguruan tinggi vokasi didorong memperkuat keterhubungan dengan dunia usaha dan dunia industri agar tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengatakan, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berinovasi, dan menciptakan peluang usaha.
“Kami optimistis, dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Politeknik Madyathika akan terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi vokasi yang membanggakan Kabupaten Purbalingga,” kata Dimas saat menghadiri Dies Natalis ke-3 Politeknik Madyathika Purbalingga, Selasa (21/7/2026).
Menurut Dimas, keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja perlu diwujudkan melalui kerja sama yang konkret. Karena itu, penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Madyathika dan dunia usaha serta dunia industri yang dilakukan dalam rangkaian Dies Natalis tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni.

Kolaborasi tersebut, kata dia, perlu diterjemahkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung, baik bagi mahasiswa, dunia usaha, maupun masyarakat.
“Ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan simbol komitmen bersama untuk membangun pendidikan yang benar-benar mampu menjawab isu-isu terkini dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Dimas juga mengapresiasi peluncuran Tim Digital Marketing Politeknik Madyathika. Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan upaya kampus merespons perkembangan ekonomi digital yang semakin memengaruhi dunia usaha.
Penguasaan pemasaran digital, kata Dimas, menjadi semakin penting, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan strategi untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Sementara itu, Direktur Politeknik Madyathika Purbalingga, Dr. Ir. Taufik Dwi Laksono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., ACPE, mengatakan, memasuki tahun ketiga, pihaknya berkomitmen memperluas dampak keberadaan kampus bagi masyarakat, khususnya warga Purbalingga.
“Terima kasih kepada semua pihak yang menerima positif Politeknik Madyathika dengan menjalin kerja sama yang positif dengan kami,” katanya.

Taufik mengatakan, Politeknik Madyathika telah menjalankan sejumlah program strategis untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat. Program tersebut meliputi Satu Desa Satu Lulusan Politeknik Madyathika, program desa binaan, pendampingan UMKM, serta pelatihan dan magang kerja luar negeri.
Menurut dia, berbagai program tersebut dirancang agar keberadaan kampus tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus membuka ruang pengembangan potensi ekonomi di wilayah perdesaan.
“Kami yakin dengan kolaborasi, kampus siap untuk mendorong pengembangan potensi di wilayah perdesaan melalui Tri Dharma perguruan tinggi,” ujarnya.
Dengan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat, Politeknik Madyathika diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan SDM kompeten sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat Purbalingga. (tha/prokompim)




Recent Comments